KOTABUMI (Lampost.co)--Dengan pemantauan tumbuh kembang anak mengenai tinggi dan berat badan anak ideal sesuai usia yang dituangkan dalam laporan pada raport sekolah dalam program Orientasi Buku Raport-Ku, diharapkan akan mendorong suksesnya program bebas stunting (pendek) di Kabupaten Lampung Utara.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinkes, Kabupaten Lampung Utara, Daning Pujiarti, di ruang kerjanya, Senin (19-11-2018) mengatakan untuk suksesnya program bebas stunting (pendek) yang menjadi salah satu program andalan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Kabupaten Lampung Utara. 



Pihaknya merangkul 434 SD Negeri dan Swasta serta 107 SMP Negri dan Swasta yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura. Dalam hal ini, pihak sekolah, yakni; SD dan SMP membantu melakukan pemantauan tumbuh kembang anak baik itu tinggi maupun berat badan anak ideal sesuai usia yang catatannya dituangkan dalam laporan yakni; raport sekolah yang pemantauan tersebut, masuk pada cakupan program Orientasi Buku Raport-Ku.

"Keberhasilan program bebas stunting 2018 merupakan tanggung jawab semua pihak bukan hanya Dinkes sebagai pelaksana program, tapi semua unsur juga mesti ikut terlibat didalamnya salah satunya sekolah, khususnya SD dan SMP. Melalui pemantauan tumbuh kembang anak yang pelaporannya dituangkan dalam laporan raport, Dinkes dapat melakukan pemantauan sehingga, bila ada anak yang tinggi dan berat badannya tidak sesuai usia, pihaknya dapat segera melakukan kebijakan sebab stanting berkaitan dengan asupan gizi pada anak yang akan berdampak pada tinggi dan berat badan serta kecerdasan" ujarnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR