BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Hasil kerja Unit Budidaya Ternak Kambing, Pondok Asimilasi Narapidana, Lapas Gunungsugih mulai nampak. Tahun ini, unit tersebut sudah menyediakan hewan kurban. Bagi siapa pun yang berminat, ada dua puluhan hewan kurban yang siap dijual.

Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani yang tengah meninjau Unit Budidaya Ternak Kambing, Selasa, (30/07/2019) mengatakan Unit Budidaya Ternak Kambing di Lapas Gunungsugih merupakan sebuah terobosan. Unit tersebut wujud keseriusan pihak Lapas dalam memberikan keterampilan kepada warga binaan, sekaligus memberikan inspirasi kepada mereka kelak jika sudah keluar dari tahanan. Pengelolaan unit ternak juga tak main-main, terbukti walaupun jumlahnya masih terbatas, unit ternak suda bisa menjual hewan kurban.



Syarpani menyampaikan bahwa kambing yang dijual merupakan hasil dari budidaya di dalam Lapas yang sudah memasuki umur 2-3 tahun. “Kami menjual kambing yang sudah memiliki bobot baik dan umur yang matang, sehingga daging yang diperoleh nanti akan banyak, sehat dan bukan yang kurus-kurus,” ujarnya.

Jumlah kambing yang saat ini masih dikembangbiakan, kata Syarpani sebanyak 20 ekor di lahan ± 72 m2 dengan jumlah 24 kandang kambing yang setiap harinya diurus oleh narapidana yang sebelumnya mengikuti pelatihan budidaya ternak kambing hasil kerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Tengah.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kerja sama yang dibangun untuk menjamin kesehatan, kelayakan dan juga memastikan tidak terjadinya kesalahan dalam usaha mengembangbiakkan kambing serta berbagai bantuan lainnya. 

Menurutnya, tak perlu khawatir jika membeli kambing di Lapas yang kini tengah dipimpinnya. “Bagi yang berminat ingin membeli hewan kurban berjenis kambing, silahkan datang langsung ke Lapas Gunungsugih. Dijamin sehat karena diawasi langsung oleh dokter hewan dari dinas peternakan Lampung Tengah,"  tutup Syarpani.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR