BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Kesbangpol Lampung, Pitter Syahboedin menggelengkan kepala dan membantah saol barang bukti berupa uang yang disita oleh Kejati Lampung dalam Operasi tangkap tangan (OTT) Jumat, 16 Agustus 2019.

Saat ditanya awak media apakah Jamal Muhammad Nasir masuk kerja, ia terlihat hanya menggelengkan kepala. Ditanya soal barang bukti yang disita petugas kejati Lampung, Pitter membantah. "Yang disita Rp21 juta oleh petugas itu bukan uang hasil pungli, itu uang untuk HUT RI," kata Pitter Syahboedin, Senin, 19 Agustu 2019.



Bahkan dia meminta kepada awak media untuk tidak memblowup be rita terkait OTT dugaan pungli yang melibatkan stafnya karena semua sudah berdasarkan SOP. "Jangan diblow up terus beritanya,  kalian tidak tahu, ini apalah hanya kasus,  kecil bukan kayak kasus ka rupsi ratusan atau miliaran rupiah," ujarnya.

Kemudian, saat ditanya awak media, terkait apakah siap untuk memberikan kepada petugas kejakti memberikan keterangan terkait kasus OTT dugaan pungli tersebut. "Bukan urusan kau lah. Saya ini mengerti dan taat hukum," tegas nya.

Sebelumnya pihak kejaksaan menyatakan operasi tangkap tangan yang dilakukan Kejati Lampung sudah dipersiapkan semenjak tiga hari sebelum OTT, Pihak Kejati melakukan OTT usai mendapatkan laporan dugaan pungli dari masyarakat.

"Kita juga pakai foto udara untuk memantau," ujar salah satu jaksa di Pidsus Kejati Lampung, yang enggan disebutkan namanya, Jumat, 16 Agustu 2019.

Lima orang dimintai keterangan, salah satunya terduga pelaku. Oknum tersebut menarik pungli dengan besaran Rp50 ribu hingga jutaan rupiah. "Ini masih didalami lagi, yang jelas kami butuh 1x24 jam untuk menetapkan status tersangka," katanya.

Kepala Kajati Lampung, Sartono, Sabtu 17 Agustus 2019 menjelaskan, OTT dilakukan berkaitan dengan warga negara asing sehingga petugasnya bergerak cepat dan berhasil mengamankan terduga berdasarkan laporan dan informasi dari masyarakat.

"Karena ini berkaitan dengan WNA, efeknya tidak hanya regional bisa sampai nasional, tahu sendiri bisa sampai HAM dan sebagainya. Untuk barang bukti ada, nanti dijelasin lebih rinci lagi oleh petugas," ujarnya.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR