BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Budaya menjadi alat penting untuk merekatkan masyarakat, karena budaya merupakan simbol kebaikan dalam jejak peradaban manusia.

Hal itu dikatakan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidiian dan Kebudayaan Lampung Sulpakar saat membuka Forum Grup Diskusi (FGD) budaya di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (18/12/2018). 



baca juga : Caleg Berkompetisi secara Sehat

Diskusi yang digelar Lampung Post itu bertema 'Budaya Sekala Bkhak dalam merekatkan harmonisasi masyarakat' itu, menghadirkan moderator akademisi Sudjarwo dengan pkbicara aktif tuga akademisi yakni Safari Daud dari UIN Raden Intan, Ali Imron dan Hendri Siswanto dari Unila. Sementara pembicara sumber adalah para Saibatin Paksi Pak Sekala Bkhak, para rajajukuan marga, penyimbang dan perwakilan suku Bali serta Tionghoa.

Sulpakar mengatakan ternyata begitu banyak aset adat budaya masyarakat Lampung Barat dan beragam adat budaya lainnya di Provinsi Lampung. Sehingga perlu dijadikan bahan rujukan untuk dikaji dan dikritisi lebih lanjut secara akademik. Banyak pelajaran yang dapat diperoleh masyarakat Lampung, bukan hanya mengenal filosofi, pandangan hidup, bahasa, aksara yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Namun juga terdapat struktur sosial, nilai-nilai etis, spiritual, moral, dan estetis serta dinamika pembangunan dari masa ke masa. 

Baca juga : Mantan Hakim Edarkan Sabu

"Oleh karena itu, saya mengharapkan seluruh masyarakat, terutama kalangan terpelajar, akademisi, birokrat, aparatur sipil dan militer, para pemimpin, tokoh masyarakat adat (punyimbang, saibatin) dan pemuka agama untuk lebih aktif membaca, mengetahui, memahami, serta berperan aktif dan berpartisipasi dalam berbagai pembangunan sesuai dengan bidang tugas, fungsi, dan keahlian yang dimiliki di Lampung," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR