MENGGALA (Lampost.co)--Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Tulangbawang Ristu Irham membenarkan Rumah Sakit Mutiara Bunda Unit ll, Banjaragung menyalahi aturan dalam pengelolaan limbah medis.
Dia menjelaskan, dari hasil kroscek di lapangan, pihaknya menemukan beberapa limbah medis dibakar di sebuah perkebunan karet yang berada di Pemakaman Umum, Kampung Dwiwarga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjaragung.
"Memang benar ditemukan ada pembakaran dan itu pelanggaran," kata dia, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/8).

Dia menjelaskan, menurut keterangan pihak rumah sakit, beberapa bukti sampah yang ikut terbakar itu, akibat kelalain karyawan rumah sakit.
Dari hasil temuan itu, dia mengaku, akan memberikan sanksi kepada pihak rumah sakit. 



Sanksi tersebut, berupa surat teguran dan diharuskan membuat surat izin pemyimpanan limbah B3, karena pihak rumah sakit belum mengantongi izin.
"Akan kita kasih surat teguran terkait pelanggaran itu, dia harus mentaati aturan. Dia harus melakukan pembinaan semua karyawan yang ada disitu (Rumah Sakit Mutiara Bunda Red) dan juga harus membuat surat ijin penyimpanan limbah B3," ujar dia.

Suhartati dari pihak pengelola RS Mutiara Bunda mengakui, jika ada limbah B3 rumah sakit yang ikut dibakar. Namun, dia berkilah limbah B3 rumah sakitnya yang ikut terbakar itu, akibat kelalain karyawannya."Mungkin keteledoran anak-anak aja, kalau niatnya sih itu pembakaran limbah rumah tangga aja. Sebetulnya kita kirim PT Biotek tempat kerja sama pengelolaan limbah," ujar dia. (CK12/Ferdi Irwanda).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR