LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 15 November
2134
LAMPUNG POST | Brimob Meredam Arogansi
Logo HUT ke-72 Brimob. 4.bp.blogspot.com

Brimob Meredam Arogansi

KORPS Brigade Mobil (Brimob) Polri merayakan ulang tahun ke-72. Tahun ini peringatan hari lahir satuan khusus Polri ini terpusat di lapangan upacara Letkol Pol (Purn) Chr Tahapary, Polda Maluku, Ambon, 14 November.
Tahun ini, usia Brimob sama dengan usia Republik ini. Artinya Korps Baret Biru Tua memiliki sejarah panjang menjaga NKRI. Harapan besar tentu disematkan ke satuan elite Polri ini agar terus menyesuaikan diri dengan sejumlah tantangan bangsa menghadapi masalah keamanan dan ketertiban.
Brimob memiliki sejumlah catatan prestasi menghadapi sejumlah gangguan kamtibmas dan terorisme, salah satunya terlibat dalam operasi Tinombala untuk menumpas teroris di Poso, Sulawesi Tengah. Operasi ini terbilang sukses karena berhasil menangkap sel teroris di Indonesia timur.
Personel Brimob Polda Lampung tidak ketinggalan berkontribusi dalam operasi Tinombala tahun 2017. Sebanyak 106 personel asal Lampung dilibatkan ke lokasi operasi. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo juga menyampaikan apresiasi atas andil Brimob Polda Lampung tersebut.
Gubernur menilai Satuan Brimob Lampung berperan penting menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan angka kejahatan. Berkat upaya tersebut, Bumi Ruwa Jurai mendapatkan peringkat terbaik pengamanan konflik sosial.
Soliditas dalam tubuh Brimob perlu menjadi contoh satuan lain di Polri. Kekompakan personel dan jiwa korsa yang kuat membuat Brimob tumbuh sebagai satuan profesional dan tepercaya. Brimob menjadi korps sangat dibutuhkan menghadapi sejumlah kondisi.
Sebagai kesatuan tertua instansi kepolisian, Brimob dihadapkan sejumlah tentangan. Kapolri Jendral Tito Karnavian menekankan tantangan tugas yang dihadapi mulai dari kelompok terorisme atau kelompok kriminal bersenjata hingga konflik sosial dan gangguan kamtibmas yang memerlukan penanganan profesional.
Dari semua potensi dan prestasi yang dicapai, ada catatan khusus yang harus segera ditangani Brimob. Lembaga ini harus belajar dari insiden penembakan sesama personel Brimob di Blora, Jawa Tengah, agar tidak terulang. Dalam kasus ini, tiga orang anggota Brimob tewas oleh senjata sendiri.
Jangan sampai senjata yang seharusnya dipakai untuk menangani kejahatan, justru dipergunakan untuk membunuh sesama personel atau bahkan melukai warga sipil. Jika psikologi penggunaan senjata ini tidak dikelola dengan baik, harapan mewujudkan polisi yang profesional, modern, dan tepercaya masih sebatas retorika belaka.
Pekerjaan rumah berikutnya adalah meredam arogansi aparatur Brimob. Beberapa kasus kekerasan dan intimidasi yang dialami jurnalis kerap datang dari personel Brimob. Arogansi aparat harus diredam karena virus ini hanya mempermalukan institusi. n

LAMPUNG POST
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv