Jakarta (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah tetap mewaspadai gejolak harga cabai merah dan garam meski terjadi deflasi sebesar 0,07 persen pada Agustus 2017 dengan  Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,91. Komoditas tersebut tercatat memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,04 persen dan 0,02 persen pada Agustus.

"Komoditas yang perlu dijaga adalah harga cabai merah, garam, uang sekolah SD dan SMA," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin 4 September 2017.



Selain itu, pemerintah juga diminta mencermati kemungkinan inflasi pada akhir tahun imbas dari perayaan Natal dan libur panjang. Namun dia meyakini inflasi tetap terjadi hingga Oktober mendatang.

"Kita waspadai Desember karena ada musim libur dan Natal," tutur dia.

Adapun deflasi terjadi karena penurunan harga kelompok bahan makanan sebesar 0,67 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,60 persen.

Dari 82 kota IHK, 47 kota mengalami deflasi dan 35 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi tenjadi di Ambon sebesar 2,08 persen dengan lHK sebesar 128,03 dan terendah terjadi di Samarinda sebesar 0,03 persen dengan IHK 133,21. 

Sementara inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,09 persen dengan IHK sebesar 125,68 dan terendah terjadi di Batam sebesar 0,01 persen dengan lHK sebesar 129,50. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR