JAKARTA (Lampost.co)--Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Muhammad Safi'i mempertanyakan hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA hari ini terkait dengan pergeseran sentimen agama setelah enam bulan kampanye.

LSI menemukan Jokowi-Amin unggul di kalangan masyarakat pemilih muslim moderat yang berorientasi Pancasila dan umumnya dari Nahdlatul Ulama (NU). Sementara Prabowo-Sandi unggul di kalangan muslim konservatif yang berorientasi negara Timur Tengah.



Safi'i mengatakan LSI harusnya memberikan klarifikasi lebih lanjut atas pengelompokan pemilih muslim tersebut. Ia meminta LSI menjelaskan tolak ukur seorang muslim dikategorikan muslim moderat atau konservatif.
"Apa dari tampilannya saja atau bagaimana? Tentu tidak bisa dibedakan secara kasat mata saja," kata Safi'i ketika dihubungi, Selasa (5/3/2019).

Meski demikian, ia mempersilakan siapa saja yang bernaung di bawah ormas atau organisasi Islam untuk menentukan pilihannya. Ia tak menampik bahwa organisasi Islam menjadi salah satu faktor untuk memilih capres.
Lebih lanjut, ia mengaku saat ini Prabowo-Sandiaga tidak peduli dengan berbagai hasil survei. Ia melihat lembaga survei tidak bisa lagi menjadi acuan, lantaran memiliki margin of error yang besar. Hal tersebut ia simpulkan ketika hasil survei di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Saat ini, yang terpenting ia melihat Prabowo-Sandiaga lebih memilih melihat secara langsung kondisi di lapangan dengan menyerap aspirasi dari masyarakat dan menawarkan solusi, ketimbang berkaca pada hasil survei.
Sementara itu, juru bicara BPN lainnya, Andre Rosiade mempersilakan lembaga survei merilis survei Jokowi-Amin akan memenangkan Pilpres.

Menurutnya, masyarakat tahu dari kondisi pemerintahan saat ini bahwa Jokowi tidak akan menang mudah, lantaran manuver yang dilakukan menteri.
"Misalnya, Mendagri Tjahjo Kumolo menyuruh ASN kampanyekan program Jokowi, itu kan bentuk kepanikan. Kalau memang menang, ya hal tersebut tidak perlu dilakukan," kata Andre.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR