BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Forum kordinasi dan komunikasi yang digelar di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Jumat (17/11/2017), BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) bersama Pemkot mengundang seluruh SKPD dalam rangka memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga honorer yang bekerja pada lingkungan pemerintah setempat.

Kepala BPJSTK Cabang Bandar Lampung, Heri Subroto, mengatakan setiap pegawai yang bekerja wajib mendapatkan perlindungan sosial. Selain menjadi hak pegawai, dengan jaminan sosial yang diberikan, pegawai akan bekerja lebih nyaman dan semangat. Untuk jaminan sosial yang diberikan sendiri ada jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dengan jumlah iuran per bulan hanya Rp11 ribuan, serta jaminan hari tua (JHT) dengan iuran per bulan hanya Rp117 ribuan.



Menurut Heri, sebagai pegawai non-PNS, tenaga honorer juga berhak mendapatkan perlindungan sosial. Karena setiap kegiatan pekerjaan yang dilakukan pasti ada saja resiko atau musibah dalam kecelakaan kerja. "Jadi pegawai honorer yang bekerja di lingkungan Pemkot ini harus didaftarkan. Kalau terjadi apa-apa akan ada santunan bagi pegawai yang terkena musibah atau kecelakaan dalam bekerja," kata dia.

Menurut Heri, dengan iuran yang hanya Rp11 ribu per bulan, jika pegawai honor mengalami kecelakaan maka pengobatan di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh BPJSTK hingga sembuh tanpa batas biaya. Sementara jika mengalami kematian akan mendapat santunan bagi ahli warisnya.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Bandar Lampung Pola Pardede mengatakan setelah melakukan sosialisasi bersama BPJSTK, selanjutnya pihak Pemkot akan mengimbau kepada 34 SKPD yang ada untuk mengikutsertakan pegawai honorer yang bekerja. "Walau kita tahu, saat ini ada keterbatasan anggaran karena dana bagi hasil dari Pemprov belum dibayarkan. Namun, sudah ada beberapa SKPD yang sudah masuk. Sudah kita tindak lanjuti tapi belum semua," kata Pola.

Menurutnya, sebelum adanya kepesertaan BPJSTK, para pegawai honorer Pemkot harus mengeluarkan biaya sendiri jika mengalami kecelakaan bekerja. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR