BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Bandar Lampung menjalankan program ‘pick me up service’ dilakukan kepada peserta yang ingin mengambil hak jaminan hari tuanya. Klaim JHT tersebut diantar langsung kepada peserta yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Way Huwi, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (17/7/2019).

Wawansyah (33) yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung kurang lebih 6 tahun lalu merupakan buruh harian lepas dari PT LDC Coffee Indonesia dikarenakan sedang menjalani hukuman di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, hal ini yang membuatnya tidak memungkinkan untuk datang langsung ke Kantor Cabang BPJSTK Bandar Lampung untuk melakukan proses pencairan klaim JHT-nya.



Santunan tabungan jaminan hari tua (JHT) sebesar Rp11.114.020 diserahkan dan diterima istri Wawansyah yakni Leni Lestari (29). "Santunan yang diberikan pihak BPJS Ketenagakerjaan ini sangat berguna bagi kami, membantu biaya hidup kami selama suami saya menjalani masa penjara. Santunan ini juga untuk membantu menambah biaya sekolah anak-anak kami," kata Leni.

Leni mengatakan selama proses pencairan JHT, pihaknya dilayani dengan baik dengan prosesnya yang sangat mudah. "Hanya saja kesulitan kami yaitu mendapat salinan dari Lapas," kata dia.

Kepala BPJSTK Bandar Lampung Heri Subroto mengatakan pelayanan yang diberikan pihaknya tersebut merupakan salah satu pelayanan pick me up service atau jemput bola. "Pick me up service ini sendiri diberikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kesulitan dalam proses kepengurusan administrasi dan atau pencairan program BPJS Ketenagakerjaan," kata Heri, Minggu (21/7/2019).

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR