SUKADANA (Lampost.co) -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bandar Lampung, menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris Pekerja Migran Indonesia sebesar Rp85 juta pada Rabu (4/4/2018).

Penyerahan santunan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandar Lampung Trissiana yang di dampingi oleh Petugas dari BNP2TKI, kepada ahli waris.



"Terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2017, program jaminan sosisal bagi Pekerja Migran Indonesia diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Ada 3 program yang diberikan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM), serta jika berkenan juga bisa memilih untuk ikut pada program Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai bekal hari tua nanti,” ujar Trissiana.

Penyerahan santunan tersebut diberikan kepada Nita Rosita Kusniati sebagai ahli waris dari Pekerja Migran Indonesia yang meninggal dunia atas nama Widiyanto, di kediamannya tepatnya di Kelurahan Mulyoasri, Kecamatan Bumiagung, Lampung Timur, dengan besaran santunan Rp85 juta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandar Lampung Heri Subroto menambahkan menjadi peserta manfaatnya sangat luar biasa. Maka diharapkan seluruh masyarakat pekerja baik di sektor penerima upah (pekerja formal) dan sektor bukan penerima upah (pekerja non formal) untuk segera mendaftarkan dirinya agar dapat dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Dengan menjadi peserta dari program BPJS Ketenagakerjaan manfaat yang diterima oleh pekerja yakni akan memperoleh pelayanan di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) apabila mengalami kecelakaan kerja dengan biaya yang unlimited atau tidak ada pembatasan biaya sesuai dengan indikasi medis. Apabila meninggal dunia maka si peserta akan berhak mendapatkan santunan yang akan di serahkan kepada ahli waris, begitupula dengan mamfaat Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) yang bisa di ambil dengan manfaat maksimal," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR