BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung akan menindaklanjuti dugaan kasus penolakan pasien di RS Bumi Waras, Bandar Lampung. Seharusnya rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tidak boleh menolak pasien BPJS Kesehatan.

Kabid SDM Umum dan Komunimasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Nurman, mengatakan akan menindaklanjuti persoalan itu dengan mencari tahu apa sebenarnya terjadi. "Alasannya apa kok disuruh bayar separo, terus nyuruh dirujuk, itu akan kami cari tahu dulu," kata Nurman, Senin (10/9/2018).



Pihaknya akan mendatangi rumah sakit BW untuk meminta keterangan pihak rumah sakit. Kemudian pihak keluarga pasien juga. "Bagusnya kami bicara dulu dengan dokter, kami akan datangi untuk meminta keterangan, ada maslaah apa disitu," kata dia.

Untuk diketahui pasien atas nama Nur Fajri Vanza javier (14) telah mendapat penanganan medis di RSUDAM. Kakek pasien, Arlius mengatakan saat di RS BW oknum dokter berinisial BS sama sekali tidak ingin tahu kondisi pasien. Dia tidak akan menangani pasien jika pihak keluarga tidak menyanggupi membayar 50 persen biaya operasi rahang bawah cucunya tersebut. 
"Kalau tidak bayar separo, dia tidak mau tangani, dan mengatakan akan merujuk cucu saya," kata Arlius menirukan permintaan dokter. Padahal, cucunya menggunakan BPJS Kesehatan serta ada jaminan dari Jasaraharja. "Ada itu, dari Jasarahaja saja kalau tidak salah Rp20 juta ya, tapi tak taklah itu oknum dokter kok seperti itu. Ini mau maunya oknum dokternya, bukan salah rumah sakitnya," kata dia.
Arlius berharap ada tindakan tegas kepada si oknum dokter agar tidak terjadi lagi. "Dokter itu sudah disumpah, mengutamakan nyawa orang, tapi dia mengabaikan itu demi uang," kata dia. 
Pihak rumah sakit pun tak memberikan keterangan terhadap persoalan ini. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR