JAKARTA (Lampost.co)--Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa meminta  Pertamina memberikan target waktu kepada para pemilik SPBU yang telah ditunjuk untuk menyalurkan kembali Bensin Premium paling lambat pada Jumat (15/6/2018).
"Hal ini dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Fanshurullah di Jakarta, Rabu (13/6/2018).
Menurut Ivan, panggilan Fanshurullah, sesuai informasi dari PT Pertamina (Persero), sampai Selasa (12/6/2018) pukul 21.30 WIB, dari 571 SPBU yang akan menyalurkan kembali Bensin Premium telah terealisasi sebanyak 530 SPBU yang menjual kembali Bensin Premium, dan sisanya sebesar 41 SPBU mengalami kendala teknis dalam menjual kembali Bensin Premium.
Kendala teknis tersebut antara lain tangki timbun yang belum siap, perlu perbaikan perpipaan, dan adanya keengganan/keraguan pemilik SPBU untuk menjual kembali Bensin Premium.
Kepada SPBU yang belum dapat memenuhi target , Ivan berharap mereka dapat diberikan peringatan/ sanksi sesuai aturan yang berlaku.
"Kami meminta PT Pertamina (Persero) dapat menjaga keamanan pasokan dan distribusi untuk seluruh Jenis Bahan Bakar Minyak yang diperlukan oleh masyarakat termasuk Bensin Premium (JBKP) di seluruh wilayah NKRI baik di wilayah JAMALI maupun luar JAMALI," katanya.
Dia juga meminta Hiswana Migas mendukung PT Pertamina (Persero) dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Pertamina ditugaskan BPH Migas untuk menyalurkan Bensin RON 88 (Bensin Premium) pada 2.090 SPBU di Jawa, Madura dan Bali (Jamali).
Rinciannya, 1.519 SPBU eksisting yang sebelumnya telah menyalurkan Bensin Premium dan tambahan 571 SPBU yang akan menyalurkan kembali Bensin Premium. Sesuai komitmen PT Pertamina, ditargetkan 571 SPBU tersebut sudah menjual kembali Bensin Premium paling lambat H-7. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR