KRUI (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Pesisir Barat menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan segera memberikan informasi kalau terjadi peristiwa bencana alam,  hal itu dilakukan terkait terjadi gempa di perairan patahan selatan sumatera,  hal itu dikatakan Kepala BPBD pesisir barat, Syaifullah, kepada Lampung Post, Selasa (9/10/2018), saat ditemui dikantornya. "Sehubungan dengan meningkatnya intensitas gempa walaupun dengan skala kecil di patahan perairan selatan sumatera. Kami sedang berusaha mensosialisasikannya kepada  warga kabupaten Pesisir Barat. Mohon kiranya membantu kami menyampaikan kepada keluarga masing masing agar tetap waspada akan kemungkinan gempa dengan kekuatan lebih besar. Namun tetap tenang dan waspada semoga tidak terjadi di KPB, " kata Syaifullah.


Selanjutnya terkait Persiapan akhir tahun 2018 libur natal dan tahun baru,  kata Syaifullah didampingi sekretaris BPBD Jam'an Simara,  pihaknya melakukan sosialiasi koordinasi dengan instansi dan OPD terkait lainnya,  serta menyebar satuan pelaksana tugas (Satlak) BPBD untuk melalukan pengamanan di beberapa titik wisata yang diyakini akan ramai pengunjung. 



"Ya akan membludak,  natal 25 desember dan tahun baru 1 Januari. Kami akan menyebar satlak ada 70 personil,  untuk stand by di beberapa objek wisata seperti pantai labuhan jukung,  pantai mandiri,  pantai tanjungsetia,  pantai tembakak,  pantai Melasti,  sampai pantai pelabuhan nusantara, dari H-3 sampai H plus 7," kata dia.
Peralatan yang disiapkan antara lain mendirikan posko,  tenda,  perahu karet,  jaket pelampung,  dan tabung oksigen. Pihaknya akan memantau di lokasi memberikan informasi kepada pengunjung misalnya seperti lokasi mana yang aman dan tidak aman untuk digunakan berenang.  Agar para pengunjung mengikuti rambu rambu dan petunjuk yang diberikan petugas. 

Sementara terkait peristiwa meninggalnya seorang pekerja di proyek pembangunan kantor kejaksaan yang berlokasi di pekon Way redak kecamatan Pesisir tengah,  yang hanyut akibat berenang di pantai pekon setempat,  kata Jam'an,  hal itu masuk dalam peristiwa musibah umum,  

"Itu Musibah umum. Kalau bpbd menilai itu musibah biasa,  bukan warga disini,  buruh mandi dilaut,  karena tidak bisa berenang tidak mengetahui kondisi laut setempat,  terjadilah peristiwa itu,  tetapi karena leading sektornya BPBD,  maka kami pro aktif, " kata dia.

 

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR