KRUI (Lampost) : Selama libur lebaran Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah, di sepanjang pantai Pesisir Barat (Pesibar) Lampung, di beberapa titik hampir setiap hari dipadati ratusan bahkan ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar Provinsi Lampung. 

Meskipun kepadatan wisatawan ditahun ini lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,  tapi keamanan dan kejadian yang menimpa para wisatawan tidak ada bahkan dapat dikatakan nihil.  



Kondisi tersebut praktis berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya, yang nyaris selalu ada masyarakat yang tewas disebabkan hanyut terbawa arus ketika mandi di pantai, baik dalam libur panjang peringatan hari raya atau dalam momen lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Syaifullah, Jumat (22/6/2018), mengatakan keberhasilan dalam menjaga, mengamankan, dan melindungi masyarakat pengunjung yang umumnya berlibur ke pantai tersebut, tidak terlepas dari kesadaran masyarakat pengunjung itu sendiri yang memahami akan bahaya yang mengancam jika mandi di pantai yang dalam dan arus yang kuat. 

"Selain itu kegigihan petugas Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD yang gencar, mengimbau, mengawasi, melindungi masyarakat yang mandi di pantai, juga memiliki peranan yang sangat penting," Jelas pria yang akrab disapa bang iful itu.  
 

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR