KRUI (Lampost.co) -- Gelombang pasang yang menghantam di sepanjang perairan laut wilayah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), beberapa waktu lalu, cukup banyak menimbulkan kerusakan infrastruktur dan dapat membahayakan jika tidak segera ditangani.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, gelombang pasang yang menghantam tepian pantai terutama di Pantai Mandirisejati mengakibatkan abrasi yang cukup parah hingga jarak antara bibir pantai dengan badan jalan sudah cukup dekat.



Kondisi tersebut mengakibatkan jalan lintas pantai Barat (Jalinpanbar) berpotensi besar putus oleh akibat hantaman gelombang. Selain jalan, gelombang pasang juga banyak merusak rumah-rumah warga yang berada persisir pantai.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesibar, Syaifullah, mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya sendiri akan mengajukan proposal pembangunan tanggul penahan abrasi. "Pengajuan pembangunan tanggul penahan abrasi itu yakni dil ima titik di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong," ujarnya,  Minggu (5/8/2018).

Menurut dia, usulan pembangunan tersebut pada titik yang mengancam area permukiman warga. Sedangkan abrasi yang berpotensi menimbulkan putusnya Jalinbar, tidak dapat diajukan. "Mengingat Jalinbar adalah jalan nasional dan sudah menjadi kewenangan pusat. Namun tetap kami laporkan terkait kondisi terkini disetiap titik yang mengalami abrasi parah," kata dia.

Baca Juga:

Abrasi Pantai Ancam Jalan Lintas Pantai Barat Mandirisejati

Selain itu, pihaknya menghimbau agar warga segera berkoordinasi dengan pihak BPBD jika memang terdapat wilayah yang mengalami abrasi. "Silahkan warga melaporkan wilayahnya ke BPBD jika memang ada yang terkena dampak abrasi, pasti akan kami ajukan ke pusat," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR