BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Susanti, bos Salon Mobil Kartika Variasi di Jalan Yos Sudarso, Telukbetung Selatan, menjalani sidang atas perkara dugaan penipuan berkedok investasi yang dilakukan terhadap rekannya bernama Tina Agustinah (saksi korban), di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Kamis (28/9/2017).
Jaksa Arie Apriansyah, pada persidangan, mengatakan Susanti yang memiliki usaha variasi mobil melakukan penipuan dengan mengajak saksi korban untuk membangun bisnis variasi dengan cara menanamkan modal usaha dengan menjanjikan keuntungan 4% per bulan dari setiap pemberian uang yang diinvestasikan.
"Untuk meyakinkan korban, terdakwa menyerahkan cek miliknya sebagai jaminan jika terjadi permasalahan sewaktu-waktu. Dan setiap penyerahan uang pada tahap awal terdakwa langsung memberikan keuntungan 4%," ujar Jaksa Arie pada persidangan, Kamis (28/9/2017).
Karena tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan terdakwa, saksi korban mulai menginvestasikan uangnya kepada terdakwa secara 15 tahap yang jumlahnya bervariasi dengan total secara keseluruhan Rp1,3 miliar. "Penyerahan uang sebanyak 15 kali, dimulai pada 19 Juni 2015 sampai 25 Februari 2016," kata Jaksa dalam dakwaannya.
Namun, ujar Jaksa, setelah terdakwa Susanti mendapatkan uang investasi modal dari korban, terdakwa tidak memberikan keuntungan sesuai dengan yang dijanjikan. Merasa curiga, saksi korban kemudian mencoba mencairkan cek sebagai jaminan dari terdakwa, tapi cek tersebut ditolak bank karena cek tersebut telah ditutup dan rekening telah ditutup.
Tina mengaku pada awal menjalankan kerja sama dengan terdakwa, pembayaran yang dilakukan Susanti berjalan dengan baik, hanya saja pada akhir-akhir ini tidak berjalan lagi. "Kalau bukan penipuan, apa namanya. Memberikan jaminan tapi cek yang dijaminkan kosong tidak dapat dicairkan. Penipuan bukan hanya kepada saya saja, melainkan korban lain yang sudah siap melaporkan Susanti," kata dia. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR