ILLEGAL logging atau pembalakan liar di kawasan hutan lindung Lampung terus saja terjadi. Kondisi ini kian memperparah hutan Lampung yang memang telah mencapai 65% kerusakan dari sekitar 1 juta hektare kawasan hutan.

Pelaku illegal logging ini seolah tidak pernah habis. Di Mei ini saja, sudah dua kali pelaku illegal logging yang ditangkap Dinas Kehutanan. Yakni pada Kamis (16/5), di Umbul Kuyung, kawasan hutan lindung Register 39 Kotaagung Utara. Berselang 10 hari, Sabtu (26/5), Tim Gabungan Polisi Kehutanan (Polhut) KPH Kotaagung Utara, Pematang Neba, dan Batutegi bersama Polres Tanggamus kembali menangkap pelaku pembalakan liar. Kali ini penangkapan berlangsung di Pekon Airkubang, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus.



Seperti tak pernah lelah, patroli gabungan Polhut, Polres, TNI menertibkan kegiatan illegal logging ini. Tapi, pelaku-pelaku pembalak liar yang jelas melanggar UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Hutan terus saja bermunculan. Mereka mengincar kayu sonokeling yang memang ditanam di kawasan hutan lindung.

Mirisnya, pelaku-pelaku kejahatan pembalakan liar ini ternyata orang-orang lama, alias pelaku kambuhan. Artinya, hukuman yang selama ini diberikan pada pelaku yang tertangkap belumlah memberikan efek jera. Buktinya, selepas mereka menjalani hukuman mereka kembali beraktivitas merambah hutan. Selain itu, pelaku-pelaku yang tertangkap merupakan pekerja di lapangan, tanpa pernah tahu dalang di balik illegal logging tersebut.

Karena itu, penegakan hukuman illegal logging ini harus lebih keras sehingga bisa memberikan dampak positif bagi kelangsungan hutan kita. Jika patroli Polhut sudah rutin dilakukan, tapi di tingkat pengadilan masih lemah, pelaku illegal logging masih akan terus kembali merusak hutan. Karena itu, harus ada hukuman tegas untuk memberikan efek jera pada para pelaku.

Di samping itu, terpenting adalah membongkar pelaku sesungguhnya. Dalang di balik semua pembalakan liar yang mengancam hutan kita. Termasuk para oknum aparat yang menjadi deking pembalakan liar.

Sudah semestinya illegal logging menjadi musuh bersama dan kejahatan yang harus dilawan. Mengingat kerusakan hutan tidak hanya berakibat mengganggu keseimbangan alam, tapi juga berpengaruh pada masa depan anak cucu kita. Karena itu, pemberantasan illegal logging sepatutnya dilakukan bersama-sama baik aparat hingga masyarakat.

Masyarakat yang mendapat akses legal dari Dinas Kehutanan untuk mengakses dan mengelola hutan dalam program hutan sosial juga harus ikut menjaga dan melindungi hutan sehingga bisa memberikan manfaat dan memberikan kesejahteraan. Jangan pernah ragu melapor jika mengetahui ada pelaku pembalakan liar di sekitar hutan yang dikelolanya. Sehingga ke depan hutan kita tetap lestari dan berkelanjutan.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR