KABUL (Lampost.o)-- Bom bunuh diri melanda wilayah di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dan menewaskan sedikitnya 63 orang, serta menyebabkan 151 orang lainnya menderita luka-luka.
Serangan ini terjadi disaat pelaku yang menggunakan ambulans dan dipenuhi bahan peledak, melintas sebuah pos penjagaan polisi. Pos itu berada di jalan yang hanya boleh dilewati oleh pegawai pemerintah.
Seperti dilansir BBC, Sabtu (28/1/2018), ledakan diketahui terjadi di gedung bekas kantor kementerian dalam negeri dan tidak jauh dari kantor Uni Eropa serta Dewan Tinggi Perdamaian. Lokasi di sekitar ledakan, diketahui juga banyak diisi oleh kantor kedutaan asing.

Kelompok militan Taliban mengakui sebagai otak serangan tersebut. Serangan ini merupakan yang paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir.
Saksi yang berada di lokasi kejadian mengatakan saat kejadian berlangsung, wilayah itu dipenuhi oleh banyak orang. Sementara ledakan sendiri terjadi pukul 12.15 waktu setempat, Sabtu (27/1/2018).
Asap hitam tampak membumbung tinggi dan bisa dilihat dari berbagai sisi kota. 
Sementara pihak pejabat setempat mengatakan jumlah korban masih akan terus bertambah. Sedangkan korban terluka terus berdatangan dan memerlukan perhatian medis.
Rencananya, Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan ke Afghanistan pada 29 Januari mendatang. Saat ini Presiden masih berada di Bangladesh hingga 28 Januari. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR