BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menanggapi kejadian ledakan bom di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kapolda Lampung Irjenpol Suntana mengatakan Polda Lampung senantiasa melakukan pengawasan dan pencegahan, tanpa menurunkan tensi tindakan tersebut.

"Semuanya itu alarm, ada kejadian disana. Supaya Lampung tidak ada kejadian, kita terus tingkatkan patroli pengamanan (terbuka dan pemantauan intel tertutup)," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (6/7/2018).



Suntana mengatakan pengamanan setiap Mako, baik Mapolda, Mapolres hingga objek vital lainnya sudah dilaksanakan maksimal. Seperti halnya di Mapolda Lampung dan Mapolresta Bandar Lampung yang dibuat akses satu pintu, kendaraan roda dua maupun empat serta pengunjung di cek terlebih dahulu sebelum masuk. Namun hal tersebut menurut Suntana, bukan berdasarkan pemberlakuan siaga I untuk Mapolda Lampung dan seluruh jajaran Mapolresta/res hingga Mapolsek berdasarkan Surat telegram nomor str 122/V/PPAM3.2/2018 tertanggal 13 Maret 2018, ketika bom di Polrestabes Surabaya terjadi.

"Sebenarnya itu pengamanan standar Mako, orang mau masuk diperiksa harus ada akses (pengenal), itu kita tingkatkan lagi," kata Alumnus Akabri 1989 itu.

Pihaknya juga telah memberikan arahan kepada personil kepolisian baik Pejabat Utama (PJU) maupun prajurit, agar senantiasa waspada. Sebab, jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang marak belakangan ini, sering menyasar polisi sebagai sasaran mereka, apalagi Kapolsek Bangil sempat jadi target pelemparan tas berisi bom oleh pelaku.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR