BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung rupanya terus bergerak melakukan pengembangan, soal dugaan tindak pidana peredaran di Narkoba di Lapas Kelas II A Kalianda Lampung Selatan.
Usai menetapkan mantan Kepala LP Kalianda Muchlis Adjie Sebagai tersangka peredaran narkoba, dan sedang dalam tahap sidik soal dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan memeriksa Kakanwil Kemenkum dan HAM Bambang Haryono saksi, tiga orang lainnya bakal diperiksa.
Kepala BNNP Lampung, Brigjenpol Tagam Sinaga, mengatakan tiga orang tersebut yakni Kadivas Kanwil Kemenkum HAM Edi Kurniadi, mantan KPLP Kalianda Sutardjo, dan istri Gunawan Sustrinadi yakni mantan Kepala LP Kalianda sebelum Muchlis.
"Dalam waktu dekat akan kita panggil dan periksa, mungkin habis lebaran karena waktu sudah mepet ini jadwalnya," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (6/6/2018).
Pemanggilan tersebut lantaran tersangka utama yakni Marzuli bisa mengendalikan peredaran narkoba, menggunakan ruangan dan akses bebas terindikasi ada pembiaran dari KPLP, kemudian orang yang bertanggung Jawab di 16 LP dan rutan, yakni Kadivas Edi Kurniadi. Bahkan, fakta lainnya Istri mantan Kepala LP Gunawan Sustrinadi yang mengenalkan Marzuli ke Muchlis Adjie.
"Kan dia (red istri mantan Kepala LP), yang ngenalin, makanya kita periksa, yang lain juga tupoksinya," kata Tagam. 
Bahkan, Gunawan juga berpotensi dipanggil untuk dimintai keterangan, terkait adakah perintah dari dia memberikan akses dan komunikasi ke Muchlis terkait tindak tanduk Marzuli di LP tersebut.
"Kalau dari pemeriksaan nanti, istri Gunawan karena perintah suaminya ya kita panggil lagi," katanya.
Disinggung soal pelacakan dekeni Muchlis dan Rekening Bambang Haryono di Direktorat BNN Pusat, saat ini masih dalam tahap proses. "Itu belum, masih proses," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR