BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menilai, dialog dengan kalangan civitas akademika merupakan sarana yang efektif dalam pencegahan paham radikalisme dan terorisme di perguruan tinggi di Indonesia. 
 
"Tidak mungkin dan bukan zamannya lagi melarang ceramah di masjid (kampus)," kata Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Marsda Adang Supriyadi, usai memberikan kuliah umum di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), dan mengirimkan keterangan tertulis kepada Lampost.co, Jumat (15/3/2019). 
 
Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) ini menilai saat ini kampus merupakan sarana strategis untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme. Salah satu upaya strategis pencegahan itu adalah melalui dilalog seperti diskusi kelompok terfokus atau biasa disebut FGD (Focus Group Discussion). 
 
Kuliah umum bertema Ancaman dan Tantangan Radikalisme dan Terorisme ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Karomani dan diikuti lebih 200 mahasiswa. 
 
Marsda Adang menjelaskan, berdasarkan penelitian, keluarga dapat menjadi pintu masuk paham radikalisme dan terorisme bagi anak. Ia menyontohkan, seorang anak mendapatkan paham radikalisme dan akhirnya menjadi teroris karena doktrin ayahnya. 
 
Sehari sebelumnya, Adang di depan ratusan pelajar se-Lampung pada kegiatan Lomba Video Pendek dan Diskusi Film di Hotel Horizon Bandar Lampung (14/3/2019). Pada kesempatan itu, ia mengajak para pelajar untuk tidak saling mengejek dan mencaci maki sesama, apalagi terhadap guru. Ia menilai, saling mengejek bisa menjadi awal radikalisme. 
 
Sementara pada Lomba Video Pendek dan Diskusi Film yang digelar BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung itu, SMK Pelita Pesawaran dengan video berjudul "Warna" meraih juara pertama. Sementara karya berjudul "Merdeka" dari SMKN 7 Bandar Lampung dan "Mengapa" garapan SMAN 12 Bandar Lampung masing-masing mendapat juara dua dan tiga. 
 
"Tiga sekolah tersebut mewakili Lampung dalam lomba video pendek ke tingkat nasional," kata Ketua Bidang Pemuda dan Pendikan FKPT Lampung sekaligus sastrawan manca negara asal Lampung, 
Isbedy Stiawan ZS.  

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR