BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Usai menetapkan mantan Kepala LP Kalianda Muchlis Adjie dan oknum sipir penjaga pintu utama Rechal Oksa Hariz, sebagai tersangka peredaran narkotika di Lapas Kelas II A tersebut, pihak penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, masih mendalami keterlibatan pihak lainnya.
BNNP sudah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang oknum sipir di LP Kalianda, dan satu wanita berinisal LS. 
"Ada empat pegawai LP Kalianda, dan satu wanita yang saya sudah sebutkan kemarin, sudah dah akan kita ambil lagi keterangannya sebagai saksi," ujar Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga, Jumat (25/5/2018).
Mereka diperiksa, karena diduga mengetahui peristiwa tindak pidana awal yakni masuknya barang haram tersebut ke LP Kalianda. Diduga pula, ada upaya tindak pidana sebelumnya juga diketahui mereka. Sedang LS diketahui sebagai wanita yang kerap memiliki akses masuk, sebagai teman kencan Marzuli salah satu tersangka dan aktor pengedar narkoba dari balik jeruji besi Kalianda.
"Masih didalami, karena mereka yang melihat mengetahui, dan mendengar. Diduga juga mereka dapat uang dari perbuatan haram (Narkoba) tersebut, tapi masih kita dalami. Tapi umumlah enggak ada yang gratis di lp itu, bisa saja mereka juga terima uang atau upeti," kata mantan Kapolrestabes Medan itu.
Untuk dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang disangka ke Muchlis,pihaknya masih menunggu hasil koordinasi antara Bank, Direktorat TPPU BNNP Lampung, dan PPATK, karena butuh waktu untuk mengetahui secara rinci, dugaan aliran dana via transfer. "Sekitar dua minggu lagi itu," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR