BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Bintang Andormeda alias Romi (25), warga Pringsewu yang merupakan pelaku penaruh benda yang dibungkus lakban coklat dan sempat disangka bom di transmart Selasa (15/5/2018), ternyata memanfaatkan momen maraknya penyerangan teroris di Surabaya, untuk mencari sensasi dan iseng.
"Panas-panasnya situasi dia dramatisasi, kayaknya iseng, untuk cari sensasi, dia tadi ngakunya gitu, dia ngakunya juga enggak bisa tidur. Tadi juga pacarnha dan orang tua ada membesuk orang tuanya sempat nangis," ujar kuasa hukum Bintang yakni David Sihombing, di PN Tanjungkarang, Kamis (17/5/2018).
Menurut David, usai berbincang dengan kliennya, dan melihat rekaman cctv yang telah disita penyidik Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Lampung, terlihat memang Bintang sudah terpantau sejak awal, dan diikuti oleh Security dan polisi dari lantai I hingga lantai V tempat wc Bioskop CGV berada. Bahkan pelaku sempat berada di area trans studio.
Menariknya, Bintang menurut David awalnya memiliki niatan untuk menaruh paket tersebut di Mal Kartini, namun karena banyaknya cctv dan Bintang menerka kalau lokasi tersebut tidak aman, ia lalu menuju transmart, hingga paket itu ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB
"Paketnya itu disimpan di tas sama dia, terus benda itu isinya kabel, paku baut, botol teh gitu sama rabuk (sejenis bubuk), tapi indikasi memang itu bukan peledak," kata David.
Bintang direncakan akan diperiksa sebagai tersangka pada Senin atau Selasa (22/5/2018). Sementara karyawan leasing tersebut terancam dijerat dengan Undang-undang nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme. Empat saksi telah diperiksa penyidik yakni, tiga dari pihak penjaga cctv Transmart, dan satu dari pihak Security.
"Saya minta dia nanti cerita sebenarnya, itu nanti meringankan di pengadilan. Kalau ditanya soal jaringan (red teroris) saya rasa sih enggak ada hubungannya," katanya.
Sementara Kapolda Lampung Irjenpol Suntana enggan berkomentar banyak terkait penangkapan bintang, di depan Universitas Tulang Bawang (UTB) Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur (TkT), Rabu (16/5/2018) dini hari sekira pukul 00.30 WIB, di rumah Bibinya yakni Sukiti.

PENULIS

Asrul Septian Malik

TAGS


KOMENTAR