BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Selain akan memeriksa Kalapas Kelas II A Kalianda Muchlis Adjie atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, akan menyelidiki aktor intelektual yang menghapus rekaman cctv di lapas tersebut.
Kepala BNNP Lampung, Brigjenpol Tagam Sinaga, melalui Plt Kabid Brantas Richard PL Tobing mengatakan, terjadi upaya menghalangi penyidikan dengan penghapusan bukti otentik. Menurut Richard, pihak BNNP melakukan penangkapan terhadap empat pelaku, pada Minggu (6/5/2018) termasuk kepala Penjagaan pintu utama yakni Rechal Oksa Haris sekitar pukul 11.44, kemudian 15 menit sesudahnya cctv tersebut telah hilang dihapus.
"Jadi cctvnya di format, terus hardisknya sudah diganti, nah si Rachel ini memerintahkan napi ramping yang paham IT. Terus decrodernya juga udah dicopot, di recovery enggak bisa,"ujarnya di Kejari Bandar Lampung, Kamis (17/5/2018).
Dari hasil sidik sementara Rachellah bersama Marzuli salah satu tersangka yang menghapus rekaman cctv tersebut dengan memerintahkan orang lain. Namun penyidik juga masih mendalami apakah, diatas Rechal masih ada yang berperan memberi pernitah, diduga Kalapas Kalianda Muchlis Adjie. Padahal saat kejadian, menurut Richard Kalapas Kalianda sedang dalam keadaan cuti, namun Rehcal memliki akses memasuki ruang kalapas tempat peralatan inti cctv itu berada, karena memegang kunci ruangan Muchlis.
"Ya kita lihat saja, nanti hasil pemeriksaan mungkin ada mengarah ke sana," katanya.
Muchlis direncakan diperiksa hari ini, selain itu pihak penyidik juga akan mendatangkan Direktorat TPPU BNNP untuk melakukan pemeriksaan mendetail, dan juga mencocokan nantinya dengan hasil pelacakan empat nomor rekening Kalapas Kalianda yang dimonitor PPATK. "Nanti dua orang kesini," katanya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR