BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung segera memeriksa kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Lampung Selatan atau LP Kalianda, Muchlis Adjie, terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada Jumat (18/5/2018).

Surat pemanggilan Muchlis untuk diperiksa sebagai saksi, pada tahap penyidikan perkara tersebut, sudah ditandatangani pada Selasa (15/5/2018). "Kalau panggilan pertama enggak datang, kami bakal Surati lagi kan sudah ada laporan kejahatan narkokita tapi kami jemput, sudah koordinasi sama Kakanwil, katanya bakal kooperatif," kata dia di kantor BNNP Lampug, Rabu (16/5/2018).



Pemeriksaan tersebut hasil pengembangan perkara peredaran narkoba di LP Kalianda. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil koordinasi antara PPATK dengan Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) BNN Pusat. Hasilnya, merupakan salah satu bukti penting, dari penyidikan perkara tersebut.

"Kalau emang ada bukti kuat, bisa kita naikan statusnya (jadi tersangka), tapi itu tunggu hasil," kata mantan Kapolrestabes Medan itu.

Jika dari pemeriksaan Muchlis dan temuan bukti lainnya, ada pengembangan dan bukti baru, BNNP akan segera melakukan penyidikan dan memeriksa saksi lain. Termasuk, petinggi di Kanwil Kemenkumham Lampung. "Ya pokoknya kami periksa semua, kalau ada pengembangan kita lanjuti," katanya.

Saat ini penyidik BNNP Lampung, juga terus melakukan pemberkasan dan pemeriksaan lanjutan. Terbaru, penyidik juga telah mengambil nomor rekening oknum Sipir LP Kalianda, Rechal Oksa.

Tagam juga telah bertemu dengan Kakanwil Kemenkumham Bambang Haryono di kantornya, pada Rabu (16/5/2018). Dari hasil pertemuan tersebut, Bambang mengatakan Kepala LP Kalianda Muchlis Adjie dan KPLP Sutardjo telah dinonaktifkan dan dimutasi. "Jadi Kakanwil siap kooperatif dengan BNNP," katanya.

PENULIS

Asrul Septian Malik

TAGS


KOMENTAR