MESUJI (Lampost.co) - Deputi Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol Anjar Dewanto, mengatakan pada 2018 BNN sudah banyak mengungkap kasus narkoba. 

Hal itu disampaikan saat menggelar sosialisasi narkoba di Hotel D'filda, Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Kamis (24/4/2019).



"Sepanjang 2018 telah mengungkap 914 kasus narkotika dan prekursor narkotika yang melibatkan 1.355 tersangka Dan mengungkap sebanyak 53 kasus tinak pidana pencucian uang yang melibatkan 70 tersangka dengan total aset Rp229 milyar. Jumlah barang bukti yang disita sepanjang 2018 oleh BNN di antaranya ganja sebanyak 1,39 ton, ekstasi berbentuk tablet 469.619 butir dan ekstasi serbuk 1,88 kg," terang dia. 

Dari seluruh kasus yang diungkap, lanjut dia, BNN mengidentifikasi di 2018 ada 83 jaringan sindikat narkoba. Sedangkan pada 2017 sebanyak 99 jaringan. 

Pj Seda Mesuji Indra Kesuma Wijaya mengatakan jika Mesuji sebagai pintu gerbang Provinsi Lampung memiliki potensi tingkat kerawanan, khususnya dalam peredaran narkoba. 

"Berdasarkan informasi yang saya terima melalui hasil pemetaan BNN Lampung, Desa Wiralaga I dan Wiralaga II menjadi wilayah yang paling rawan terhadap peredaran narkoba di Kabupaten Mesuji, ini patut menjadi perhatian bagi kita semua," kata Indra.

Masih kata Indra, pihaknya mengapresiasi kinerja Polres Mesuji dan BNN yang selama ini senantiasa melakukan upaya pemberantasan narkoba di Mesuji. 

"Upaya pemberantasan narkoba tidak hanya tugas aparat semata, diperlukan kerjasama dari seluruh stakeholder yang ada, antara lain camat, Kades, tokoh agama dan tokoh masyarakat,"  lanjut Indra.

Disisi lain, Dandim mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk sama sama melawan Narkotika. 

"Narkoba merupakan musuh bersama, semua pihak harus terlibat dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Masa depan bangsa ini ditentukan generasi muda saat ini, sehingga hrs dipastikan bersih dari narkoba," jelas Dandim. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR