KALIANDA (Lampost.co) -- Puluhan warga Desa Tanjungagung, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, unjuk rasa menuntut perbaikan jalan yang rusak dan berdebu akibat aktivitas kendaraan proyek pertambangan.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, aksi warga menyetop kendaraan proyek pertambangan batu disebabkan kerusakan jalan dan banyaknya debu, Rabu (6/6/2018) sekitar pukul 07.00. Warga menuntut perbaikan jalan yang rusak serta penyiraman debu secara intens.



Warga hanya memblokir kendaraan truk milik dua perusahaan pertambangan batu yang dianggap biang kerusakan jalan setempat sepanjang 2 km.

Aksi warga dilakukan karena dua perusahaan tambang batu tidak menepati perjanjian yang sudah di sepakati dua tahun silam. "Dua tahun silam warga dan perusahaan sepakati tujuh poin diantaranya perbaikan dan penyiraman jalan," kata Burhan (45) warga sekitar.

Dijelaskannya, penyiraman dilakukan perusahaan selama ini namun hanya sekali dalam sehari, sedangkan debu sepanjang hari beterbangan mengganggu kesehatan warga. "Mereka siram, tapi hanya sehari sekali saja, padahal kondisi debunya sudah parah," kata dia.

Kepala Desa Tanjungagung, Jumiko mengatakan warga menuntut kepastian perbaikan jalan dari dua perusahaan tambang batu. "Warga meminta bertemu dengan pihak perusahaan menuntut perbaikan jalan," kata dia.

Aksi massa menyetop kendaraan milik PT. Sorento dan PT. Inti Nusa Permata berakhir setelah pihak kedua perusahaan dan perwakilian masyarakat serta kepala desa lakukan mediasi membahas tuntutan masyarakat, sekitar pukul 13.00.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR