BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Ketua BKBH Unila, Gunawan Jatmiko, selaku kuasa hukum Dosen FKIP Unila, CE, akan melakukan pengajuan penangguhan penahanan terhadap kliennya, yang ditahan usai ditetapak sebagai tersangka dugaan asusila, dengan korban DC mahasiswi bimbingannya.

"Kami segera ajukan penangguhan Penahanan," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (14/8/2018).
Pengajuan penangguhan tersebut, akan dilakukan pada Rabu (15/8/2018), yang ditujukan kepada Subdit IV Remaja, anak, dan Wanita Ditreskrimum Polda Lampung. "Besok (red Rabu), kami ke Polda," kata dosen FH Unila itu.
Disinggung alasan penangguhan penahanan, selain berjanji akan kooperatif dengan penyidik, pihaknya juga telah menyiapkan 5 orang, yang menjadi penjamin, beserta surat hitam di atas putih. Sayangnya ia enggan memaparkan siapa saja lima orang tersebut.



"Diantaranya saya dan tim, yang lain nnti saja (red dipaparkan)," katanya.
Sementara Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung AKBP I Ketut Seregi mengatakan, penangguhan Penahanan merupakan hal setiap orang yang dijadikan tersangka.

"Kalau informasi saya belum dapat, tapi silahkan saja, tentunya itu kewenangan penyidik dan pimpinan," katanya.

Sayangnya Dekan FKIP Unila Muhammad Fuad belum bisa dikonfirmasi, soal proses Tanggung jawab kuliah, dan administrasi yang menjadi tugas CE. Ponselnya tak dapat dihubungi, mesti dalam keadaan aktif.

Sebelumnya, CE dosen FKIP Unila yang ditetapkan tersangka oleh penyidik subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung, dijerat dengan pasal 290 ayat (1) KUHP, yakni barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang, padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana paling lama 7 tahun penjara.

Selain itu CE juga diancam dengan pasal 281 ayat (2) KUHP yakni, barang siapa dengan sengaja dan di muka orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun penjara.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR