KRUI (Lampost.co)--Badan informasi Geospasial (BIG) dari Badan perencanaan pembangunan nasional (Bapenas) melaksanakan pemetaan 81 pekon yang ada di Pesisir Barat.

Kasubag Hukum Antarlembaga bagian Tata Pemerintahan (Tapem)  sekretariat pemkab Pesisir Barat,  Hendri Setiawan,  kepada Lampost.co, Selasa (28/8/2018) mengatakan, kegiatan pemetaan 81 pekon di Pesisir Barat tersebut dilaksanakan BIG sejak Senin-Sabtu (27/8-1/9-2018) yang diikuti OPD terkait, camat, peratin dan aparat pekon.



Kegiatan tersebut digelar akibat beberapa persoalan yang timbul terkait tapal batas di beberapa pekon di wilayah kabupaten itu.

"Untuk pertama dilakukan pemetaan di 81 pekon, rencana dua tahap  berikutnya pada Oktober 2018 dilakukan pemetaan 25 di pekon di kecamatan Pesisir Utara dan Lemong, sekarang baru untuk sembilan wilayah kecamatan.  Ini murni kegiatan BIG,  kami hanya mendampingi," kata Hendri. 

Untuk tahap pertama pemetaan dilakukan untuk wilayah kecamatan Bangkunat,  Pulau Pisang,  Way Krui, Karyapenggawa, Krui Selatan,  Pesisir Selatan, Ngambur, Ngaras, dan Pesisir Tengah. 

Diakui kata Hendri,  pemkab hanya mampu menyediakan dana sekitar Rp500 juta untuk pemetaan 20 pekon dari total 116 pekon yang ada di kabupaten Pesisir Barat. Namun kata dia,  BIG memberikan toleransi bahkan mengalokasikan dana APBN  sehingga hampir seluruh pekon yang ada ikut pemetaan. "Nantinya peta pekon itu dibagikan ke pekon masing masing," kata dia.  

Terkait kecamatan Bangkunat yang hanya dilakukan pemetaan untuk tiga pekon dari belasan pekon yang ada di wilayah itu, menurut Hendri,  BIG beralasan tidak dapat melakukan pemetaan di pekon pekon lain di wilayah kecamatan tersebut,  karena tidak ada di citra satelit,  sehingga meski harus dilakukan pemetaan harus oordinasikan dengan  pihak terkait termasuk Lembaga penerbangan dan antariksa nasional (Lapan).  

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR