TONY Stark alias Iron Man menjentikkan jemarinya. Dan, seketika terjadi letupan energi demikian dahsyat dari keenam batu Infinity Stone. Thanos sang penakluk ribuan planet antargalaksi plus ribuan pasukannya perlahan berubah menjadi debu.

Pertempuran para pahlawan bumi dan penyeimbang alam semesta yakni Thanos menjadi tema besar dari Avanger Endgame yang tayang di bioskop secara serentak 24 April lalu. Animo publik pun luar biasa. Film ini meraup Rp17 triliun dalam lima hari.



Salah satu yang menakjubkan dari Avanger Endgame ialah plot cerita yang tidak terpaku atau terpusat di bumi saja. Endgame menyajikan plot amat luas yakni alam semesta yang terdiri dari berbagai galaksi, sistem tata surya, dan planet planetnya.

***

Kita mengimani bahwa semesta raya, langit, dan bumi serta segala yang ada di dunia ini merupakan buah penciptaan Allah swt. Melalui kitab suci Alquran, Allah swt berfirman, "Dialah pencipta langit dan bumi." (QS Al-An'am [6]:101).

Sains modern mengemukakan beberapa teori terciptanya alam semesta. Salah satu teori yang diyakini adalah semesta berikut seluruh materi yang ada di dalamnya menjadi ada dari ledakan raksasa yang terjadi dalam sekejap. Teori ini disebut Big Bang.

Adalah Stephen Hawking dalam bukunya, A Brief History of Time, mengemukakan dukungannya atas teori penciptaan alam semesta Big Bang. Hawking berkeyakinan jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal.

Teori Big Bang semakin menguat berkat penemuan para pakar astronom Amerika Serikat yang membuktikan bahwa semua galaksi di jagad raya ini bergerak saling menjauh. Para pakar astronomi menyatakan alam semesta bergerak mengembang/meluas.

***

Adalah Zakir Naik, pendakwah dari tanah Hindustan, menjelaskan perspektif penciptaan alam semesta dari sudut pandang Alquran. Dalam bukunya, Miracles of Al-Quran and As-Sunnah, pernyataan Alquran dan teori Big Bang menurutnya memiliki keserasian.

“Dan, apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air. Maka, mengapa mereka tidak juga beriman?” (QS Al-Anbiya’: 30).

Dengan menelaah QS Al-Anbiya’: 30, Zakir Naik berkesimpulan adanya kesesuaian nan harmoni antara Alquran dan teori Big Bang. “Sungguh menakjubkan! Bagaimana mungkin sebuah kitab yang muncul di padang pasir Arab 1.400 tahun lalu mengandung kebenaran sains modern?” ujarnya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR