JAKARTA (Lampost.co)-- Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang kartal baru jelang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. Pecahan uang baru telah disediakan hingga mencapai Rp217,1 triliun. 
 
Deputi Gubenur BI Rosmaya Hadi memprediksi kebutuhan uang kartal tersebut secara rata-rata lima tahun terakhir naik sebesar 13,3 persen. Kajian telah dilakukan untuk memetakan kenaikan permintaan uang kartal yang dibutuhkan masyarakat setiap tahunnya. 
  
"Kebutuhan uang kartal pada periode Ramadan atau Idulfitri tahun ini diprakirakan sebesar Rp217,1 triliun atau tumbuh 13,5 persen yoy dibandingkan periode tahun lalu," kata Rosmaya dalam pemaparan di kantor BI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Jumat (10/5/2019). 
 
Prediksi kenaikan jumlah ketersediaan uang kartal tersebut dalam rangka mengantisipasi libur panjang serta kenaikan gaji dan pembayaran THR ASN maupun pegawai swasta. Kenaikan kebutuhan uang (outflow) pada periode tahun ini diprakirakan terjadi di seluruh satuan kerja (satker) kas dengan outflow tertinggi di daerah Jabodetabek sebesar Rp51,5 triliun. 
 
"Kita lihat dipengaruhi antisipasi kebijakan libur selama 10 hari mulai 30 Mei sampai 9 Juni 2019. Juga melihat kenaikan gaji serta tunjangan aparatur negara maupun swasta dan Pemilu di periode Ramadan," paparnya. 
 
BI menyiapkan layanan penukaran uang di 2.900 titik penukaran di seluruh wilayah NKRI termasuk di daerah terdepan, terluar, dan terpencil terhitung mulai dari 13 Mei sampai dengan 1 Juni 2019. Layanan tersebut merupakan sinergi BI dengan perbankan untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat selama periode Ramadan/Idulfitri 1440 H. 
  
Kegiatan yang mengambil tema 'Rupiah Untuk Negeri: Titik Sinergi Bank Indonesia dan Perbankan Melayani Negeri' dilakukan dengan membuka kegiatan kas keliling di titik keramaian. Titi penukaran juga dilakukan di kantor perbankan dan instansi lain termasuk di jalur mudik. 
 
Rosmaya mengemukakan bahwa pihaknya siap untuk melayani kebutuhan masyarakat dan menyiapkan strategi pemenuhan uang rupiah melalui kebijakan distribusi uang dan layanan kas yang prima. Strategi tersebut dapat dilihat dari dua aspek yaitu strategi internal dan strategi eksternal. 
 
Sementara dari sisi internal BI berkomitmen untuk engoptimalkan pengolahan uang di seluruh satker kas. Ketersediaan kas secara nasional dan melakukan distribusi uang serta layanan kas di seluruh wilayah NKRI juga diupayakan terjaga. 
 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR