JAKARTA (Lampost.co)-- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan bergerak lebih stabil dan cenderung menguat pada 2019. Hal itu, dikatakannya, akan didorong oleh sejumlah faktor. "Satu, kenaikan fed fund rate yang memang lebih rendah dari yang kami perkirakan," kata Perry di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Kedua, sambungnya, kredibilitas dari kebijakan yang ditempuh oleh Bank Indonesia maupun pemerintah. Ketiga, current account deficit atau defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Dan terakhir, mekanisme pasar valas yang semakin berkembang. "Di 2019 kami masih melihat bahwa rupiah akan bergerak lebih stabil dan cenderung menguat," ucapnya.



Melihat kembali pergerakan nilai tukar rupiah pada 2018, terang Perry, juga masih terkendali dan stabil dengan depresiasi 5,9%. Angka tersebut lebih rendah dari depresiasi yang dialami India maupun negara lainnya. "Keseluruhan depresiasi rupiah pada 2018 relatif terkendali dengan volatilitas yang terjaga kurang lebih sekitar 8%," pungkasnya.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR