BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Bank Indonesia perwakilan Lampung bersama Majlis Ulama Indonesia (MUI) Lampung merekatkan sinergitas dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah. Upaya itu melalui pembangunan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), lembaga keuangan mikro, dan pondok pesantren.
Kepala Bank Indonesia perwakilan Lampung, Budiharto, menjelaskan ekonomi dan keuangan syariah di Lampung memiliki perkembangan yang cukup baik dengan ditandai banyak perbankan dan koperasi syariah yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan.
"Dalam pengembangan ekonomi syariah ini, selain mengurusi lembaga keuangannya, kami juga selalu dekat dengan pesantren. Tahun lalu ada beberapa pesantren yang kami berikan bantuan teknis," kata Budiharto saat berkunjung ke kantor MUI di Kompleks Islamic Center, Kamis (5/4/2018).
Kendati demikian, lanjut pria yang baru tiga bulan menjabat di Lampung itu, keuangan pesantren saat ini masih banyak yang cenderung mengarah pada perbankan konvensional. Untuk itu, pihaknya mentargetkan agar pesantren di Lampung dapat bersyariah. 
"Kami tahun ini akan mengadakan pelatihan pencatatan keuangan ponpes agar pengembangan pencatatannya lebih baik. Sehingga ketika semua sudah berstandar mereka bisa mengukur tingkat keberhasilannya. Lalu juga ada pelatihan pada lembaga amil zakat untjk pendampingan mustahik untuk lebih produktif," ujarnya.
Budiharto menyebut pada Agustus mendatang BI juga akan menyelenggarakan festival ekonomi syariah (FES). Diharapkan pula dalam pegelaran itu MUI dapat mendukung dalam beberapa kegiatan, seperti pameran dan menjadi pembicara dalam talkshow. "Tahun ini Lampung akan menjadi tuan rumah FES se-Sumatera," urainya. 
Senada, Ketua MUI Khairudin Tahmid mengatakan dalam pengembangan keuangan dan ekonomi syariah, pihaknya telah memiliki lembaga khusus yang menangani hal itu, yaitu pusat inkubator syariah (Pinbas) sebagai instrumen yang menangani ekonomi mikro syariah guna mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR