BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) - -  Direktur Pengelolaan Uang Bank Indonesia Pusat  Decymus menjelaskan uang palsu masih banyak beredar di masyarakat terutama memasuki momen yang transaksinya begitu tinggi. Untuk mencegah  hal itu,  pihak Bank Indonesia bekerjasama dengan aparatur penegakan hukum.

"Dalam koordinasi ini,  terdapat pembagian tugas  mulai dari preventif juga represif. Tugas BI bagaimana agar uang sulit dipalsukan,  mulai dari desain,  unsur pengaman,  kami sudah jelaskan ada 9-12 unsur pengaman, " kata dia dalam pelatihan pencegahan dan penanganan  terhadap  tindak pidana  rupiah  kepada aparatur hukum wilayah Lampung di Ballroom Hotel Horison   Selasa (8/5/2018).



Pelatihan pencegahan dan penanggulangan uang palsu dilakukan dalam rangka koordinasi dengan  lima instansi  diantaranya Kepolisian,  Kejaksaan,  BI,  Kemenkeu dan BIN. Dijelaskannya untuk upaya represif  yakni pemberian hukuman yang akan memberikan efek jera.

 "Karena ada indikasi kecenderungan orang yang terlibat dia melakukan lagi," paparnya. Karena itu, pihaknya  juga akan melakukan sosialisasi langsung  ke desa sehingga masyarakat bisa mengetahui dan mengantisipasi peredaran uang palsu di Lampung. 

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR