BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Bank Indonesia membagikan ratusan novel karya Ahmad Fuadi, yaitu Anak Rantau dalam bedah buku dan menulis kreatif di auditorium lantai 4 Kantor BI Lampung, Rabu (29/8/2018). Novel terlaris tahun 2017 itu dibagikan kepada ratusan peserta dalam kegiatan itu.

Ahmad Fuadi mengatakan proses kreatif buku berjudul Anak Rantau berawal dari idenya yang ingin menulis tentang akar budaya Indonesia, yaitu merantau dari desa ke kota. Namun, usai dilakukan riset, budaya rantauan itu kini telah bergeser, karena justru banyak anak kota yang berlari ke kampung.



"Cerita ini ada unsur kritik sosial untuk perbaikan kampung halaman dan ada kritikan lainnya, yaitu tentang narkoba dan itu hasil riset bertemu langsung dengan kepala BNN, serta budaya dan riset terakhir dari visual dan peta untuk menambah imazinasinya," kata penulis Negeri 5 Menara itu.

Buku kelimanya itu menceritakan seorang anak berusia 15 tahun, Hepi yang dibawa ayahnya dari kota untuk tinggal di desa. Namun, Hepi berontak karena ketidakinginannya untuk berada di kampung menimbulkan dendam dan memiliki niat saat dewasanya kelak akan mencari uang sendiri.

"Anak dalam cerita saya kebalikannya. Dimana anak rantau yang saya tulis adalah anak kota ke Kampung. Tapi ternyata, Hepi belajar dengan seseorang mantan pejuang di kampung untuk bertahan hidup, sehingga Hepi pun bisa tegar dan mulai senang hidup di kampung," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR