BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi menjadi alarm bagi Bank Indonesia (BI) untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lampung Budiharto Setyawan berharap kenaikan BBM non subsidi tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.  



"Sebenarnya untuk bbm nonsubsidi masyarakat secara umum telah disiapkan untuk adanya naik/turun harga sesuai harga minyak dunia, "kata dia kepada Lampost.co, Selasa (3/7/2018).

"Semoga tidak terlalu besar pengaruhnya ke ke inflasi, namun untuk sektor lain tidak terlalu berdampak karena yang disesuaikan oleh masyarakat adalah alokasi pendapatannya," paparnya.

Dalam hal ini, Bank Indonesia bersama pemerintah provinsi,  kabupaten dan daerah serta instansi terkait melalui TPID melihat tidak terjadi efek kedua seperti jika terjadi kenaikan bahan pokok.

"Sebenarnya untuk TPID selain fokus ke volatile food (beras, bawang merah , bawang putih , cabai, daging, telur dan lainnya  untuk  administered price lebih mengupayakan tidak terjadi second round effect yang berlebihan apabila ada kenaikan bbm subsidi atau gas subsidi," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR