BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tak jera, Zainal (33), warga Way Lunik, Panjang  kembali menjadi pelaku jambret. Aksi residivis ini pun ditangkap tim khusus antiBandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung, dan unit Reskrim Polsek Telukbetung Utara.

Zainal sebelumnya juga mendekam dalam penjara Lapas Way Hui pada 2016 selama 18 bulan, dengan kasus yang sama. Ia dibekuk lantaran menjambret  di jalan Diponegoro dengan Korban Ayu, Warga Telukbetung Timur pada Rabu (28/3) malam sekitar pukul 19.00. Saat itu korban bersama rekannya berboncengan, dan pelaku datang langsung menyambar HP korban. Korban ditangkap sesaat setelah aksinya.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, korban melaporkan perkara tersebut usai kejadian. Dengan upaya penjaringan dan penyekatan, pelaku terdeteksi berada di Jalan Gatot Subroto, hendak beraksi kembali tak lama berselang.
"Karena melawan, pelaku kita ambil tindakan tegas terukur, dan terarah. Ternyata pelaku juga residivis," ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung saat ekspose perkara, Senin (2/4/2018).
Dari hasil penyidikan, Zainal yang beraksi seorang diri telah melakukan 10 kali penjambretan, selama dua bulan terakhir. Lokasi favorit Zainal yakni  di wilayah Pahomam, Garuntang dan di seputaran Telukbetung Utara.
"Dari tersangka, petugas berhasil mengamankan 1 unit sepeda motor dan 1 unit telepon seluler," kata Mantan Kapolsek Tanjungkarang Barat itu.
Di hadapan petugas, Zainal mengaku, dari aksinya, harta benda milik korban dijual untuk keperluan keluarga. Ia juga nekat menjambret karena harus menghidupi lima anaknya, sedangkan penghasilannya dari buruh angkut semen tak cukup.
"Hasilnya untuk keluarga saya. Gaji buruh dipabrik tidak cukup buat biaya hidup," katanya.
Kasatresrim Polresta Bandar Lampung, Komisaris Harto Agung Cahyo, mengatakan titik rawan kriminal C3 pada 2018 masih serupa dengan tahun sebelumnya. 
Masyarakat diminta waspada ketika melewati wilayah sepanjang jalan Yos Sudarso, Jalan Gatot Subroto--Jendral Sudirman arah Garuntang, Turunan Damri, seputaran Pahoman, Jalan Diponegoro--Hasanudin hingga Bank BI dan Jalan Soekarno-Hatta by pass. 



"Berdasarkan pemetaan c3 tahun kemarin, terutama jambret yang marak, sudah kita petakan titik-titiknya, agar tahu 2018 tindakan kriminal bisa menurun, kalau untuk dihilangkan langsung memang sulit," ujarnya

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR