TANAMAN ketumbar (Coriandrum sativum Linn) diduga berasal dari sekitar Laut Tengah dan Kaukasus dan dapat tumbuh hingga ketinggian 2.000 meter dpl (di atas permukaan laut). Tanaman ketumbar merupakan tanaman semak semusim dan mampu tumbuh hingga ketinggian satu meter. Tanaman ini memiliki akar tunggang, bulat, bercabang, dan berwarna putih. Batangnya berkayu lunak, beralur, dan berlubang dengan percabangan dikotom berwarna hijau. Tangkainya berukuran sekitar 5-10 cm dan berdaun majemuk, menyirip, berselundang dengan tepi hijau keputihan. 
 
Tanaman ini sangat bermanfaat untuk bahan obat antara lain untuk diuretik (peluruh air kencing), antipiretik (penurun demam), stomatik (penguat lambung), stimulant (perangsang pencernaan), laxatif (pencahar perut), antelmintif (mengeluarkan cacing), menambah selera makan, mengobati sakit empedu dan bronkitis. 
  
Tanaman ketumbar di Indonesia, selain dimanfaatkan bijinya, daunnya pun yang masih muda dikonsumsi untuk lalap, sayuran dan konsumsi swalayan. Di Bandar Lampung, Provinsi Lampung penyediaan tanaman daun ketumbar baru sebatas tanaman pekarangan, sedangkan konsumsi daun ketumbar ini bagi konsumen orang Tionghoa di Bandar Lampung sangatlah dibutuhkan.  Hal ini berdasarkan permintaan kepada Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung Kementerian Pertanian untuk membudidayakan tanaman ini.  
 
BPP Lampung Kementerian Pertanian akan membagikan bagaimana pembudidaayaan tanaman ini. Berikut ini proses pembudidayaan tanaman ketumbar. Semoga bermanfaat dan dapat diaplikasikan.  
 
Pertama, pengadaan bibit. Ketumbar dapat diperbanyak melalui biji. Biji yang telah cukup umur dan sehat dikembangkan menjadi benih. Sebelum disemai, biji-biji ketumbar harus diseleksi terlebih dahulu. Caranya adalah dengan cara merendamnya di dalam air. Benih yang dalam kondisi baik adalah biji yang tenggelam di dalam air. 
 
Biji ketumbar kemudian disemai di dalam media tanam yang terdiri atas campuran tanah, sekam, dan pupuk kompos. Media ini lantas dimasukkan ke dalam wadah persemaian berupa tray. Tiap lubang tray diisi dengan media tanam tersebut.  Biji-biji ketumbar lantas ditebarkan di atas media tadi. Selanjutnya tutup kembali biji ketumbar dengan lapisan media tanam setebal 1 cm. 
 
Selanjutnya, wadah persemaian diletakkan di tempat yang teduh, terhindar dari hujan, dan memiliki sirkulasi udara yang lancar. Selama proses persemaian, siramlah benih setiap hari. Hilangkan setiap gulma yang tumbuh di wadah persemaian. Kemudian pindahkan bibit ketumbar ke lahan budidaya setelah kurang lebih 15 hari dan bibit ketumbar telah  mempunyai daun sebanyak dua helai. 

Lalu kedua penanaman bibit. Siapkan lahan berupa guludan dengan tinggi kurang lebih 50 cm dan panjang 7 meter serta lebar 2 m.  Guludan dibuat dengan menggunakan hand tractor atau cangkul untuk mempermudah pegolahan tanah.  Bersihkan sampah, gulma, dan sisa tanaman yang ada di sekitar guludan. Ketika guludan siap, campurkan kembali dengan pupuk kompos dengan menggunakan hand tractor atau cangkul.  Setelah itu ratakan kembali permukaan guludan tanpa memadatkan tanah guludan Selanjutnya, buatkan lubang tanam yang berjarak 10-15 cm dengan kedalaman 3-5 cm. Gunakan jarak antar alur yang ideal, yaitu berkisar antara 35-50 cm. 
 
Bibit ketumbar yang telah disemai dan siap tanam dipindahtanamkan dari media semai ke lahan penanaman. Proses ini sebaiknya dikerjakan saat sore hari sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan baik. Bibit dikeluarkan dari lubang tray media semai secara hati-hati dengan menekan bagian bawah tray dan jangan sampai akar bibit ketumbar terputus.  Setelah itu, tanam bibit ketumbar tersebut di semua lubang.  Setelah itu, dapat dilakukan penyiraman untuk meningkatkan kelambapan tanah guludan.



Ketiga, yakni perawatan tanaman. Kondisi lahan budidaya tanaman ketumbar harus tetap lembab. Lakukan penyiraman setiap harinya. Bersihkan lahan seminggu sekali dengan menyingkirkan tanaman-tanaman pengganggu yang tumbuh di lahan. Adapun pemupukan susulan dilakukan sebulan sekali menggunakan pupuk organik atau pupu kompos. 
 
Keempat, pemanenan tanaman ketumbar. Ketumbar dapat dipanen ketika berusia 3-3,5 bulan dari waktu penanaman.  Tanaman ketumbar yang siap panen adalah pohonnya berwarna cokelat kekuning-kuningan. Tanaman dipanen dengan cara mencabut lalu mengikatnya menjadi beberapa kelompok. Selanjutnya, tanaman ini diangin-anginkan selama seminggu untuk mengawetkannya. 
 
Selepas 1 minggu berlalu, petik buah-buah ketumbar. Setelah itu, pisahkan bagian biji dari daging buahnya. Biji ini dikumpulkan dalam wadah tampah lalu dijemur di bawah terik matahari langsung sampai kering. Biji-biji ketumbar ini kemudian dikemas dalam karung menurut bobot tertentu dan siap untuk dipasarkan. 
 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR