SEMUA wilayah Negara Indonesia sudah terpapar narkotika, termasuk Provinsi Lampung. Tak henti-hentinya, berbagai upaya penyelundupan beragam jenis narkotika seperti ganja, sabu-sabu, dan sejenisnya terungkap di provinsi ini. 

Tak ayal, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menyatakan Lampung kini menempati peringkat ketiga se-Sumatera dan kedelapan se-Indonesia. Lampung kini ditengarai daerah dengan jumlah penyalah guna narkoba sebesar 1,94% atau 128.529 orang. 



Provinsi ini bukan hanya tempat transit peredaran narkoba, melainkan kini menjadi ladang jaringan menjual barang haram tersebut. Sebelumnya, barang haram tersebut dibawa ke Pulau Jawa dan Lampung hanya sebagai tempat transit distribusi. 

Berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisasi kondisi tersebut. Sudah belasan jaringan narkoba yang ditangkap, baik melalui darat, laut, kereta, bandara, menggunakan kendaraan pribadi, di dalam Lapas, jalur ekspedisi, maupun lainnya. 

Kita patut mengapresiasi langkah aparat terutama Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memberantas peredaran narkoba di Bumi Ruwa Jurai. Namun, upaya maksimal aparat itu bagaikan menguras bak mandi, tak lama kemudian bak mandi itu terisi air kembali. 

Peredaran ataupun distribusi narkoba tetap saja masif terjadi walaupun aparat gencar melakukan tindakan peredaran narkoba, bahkan dilakukan penembakan yang berujung kematian karena pengedar atau bandar narkoba melawan aparat. 

Maka, peringatan Hari Antinarkotika Internasional mengusung tema Milenial sehat tanpa narkoba menuju Indonesia Emas menjadi momen penting. Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Tagam Sinaga menyatakan peringatan tersebut hendaknya dijadikan momen bersama seluruh elemen memerangi narkotika di Provinsi Lampung.

Bahaya narkoba sudah sangat memprihatinkan dilihat dari jumlah pengguna dan usia pengguna yang mulai dari kalangan pelajar dan mahasiswa hingga pekerja produktif. Selain itu juga beredar informasi belakangan ini ada oknum jaksa yang diduga mengonsumsi narkoba, ini patut disesali. 

Untuk itu kita berharap agar BNN terus mendorong pemberantasan peredaran gelap narkoba. Namun tanpa kerja sama semua pihak, BNN sepertinya tidak bisa membendung bahaya narkotika dan ancamannya. Marilah kita terus berjuang bersama sekuat tenaga agar negara kita bersih dari peredaran gelap narkotika, termasuk di Provinsi Lampung. 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR