GUNUNG SUGIH (lampost.co) -- Memeriahkan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, Bupati Lampung Tengah Mustafa menggelar ronda spektakuler bertajuk Pepadun Ronda Komunitas Sepeda Lampung Tengah, Senin (30/10/2017) dini hari.
Diikuti puluhan pesepeda Lampung Tengah, rombongan ronda spektakuler menempuh perjalanan 30 kilometer. Mereka bertolak dari Tugu Kopiah Emas Gunungsugih menuju Pasar Kotagajah lalu menuju Kecamatan Punggur, dan dilanjut ke simpang Majapahit dan finis ke Tugu Kopiah Emas.
Tak hanya dimeriahkan pesepeda dari berbagai komunitas, ronda dengan rute terpanjang ini juga diikuti aparat kepolisian dan TNI Lampung Tengah. Tampak Mustafa mengayuh sepeda memimpin rombongan dan meninjau pos-pos ronda yang dilewati. Menariknya para peserta berkesempatan mendapatkan hadiah untuk katagori sepeda terunik dan kostum terkece.
Mustafa mengatakan ronda spektakuler digelar dalam rangka memeriahkan hari sumpah pemuda yang jatuh pada Sabtu (28/10/2017) lalu. Diharapkan melalui kegiatan tersebut bisa membangun mental dan spirit pemuda untuk lebih kuat, berani dan bervisi pada perubahan.
“Kita hidup di era mengisi kemerdekaan. Berbeda dengan pemuda generasi memperebutkan kemerdekaan. Mereka berjuang dengan semangat dan darah. Sekarang kita tinggal menikmati dan mengisi kemerdekaan, namun semangat juang harus tetap sama,” katanya.
Pemuda di era saat ini, lanjut Mustafa, harus bisa merefleksikan semangat pemuda pada momen peringatan ke-89 Hari Sumpah Pemuda ini. Menurut dia, Sumpah Pemuda merupakan titik awal kesadaran kolektif untuk bersatu sebagai bangsa dan negara.
Ia juga mengajak untuk bangkit, lebih berani dan tidak takut pada perubahan. “Pemuda adalah agent of change (agen perubahan). Sudah selayaknya pemuda harus tertantang pada hal-hal baru, berjiwa visioner dan mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mengarah lebih baik,” ujarnya.
Di Lampung Tengah sendiri, upaya pemberdayaan pemuda terus dilakukan Bupati Ronda ini. Salah satunya dengan program Kampung Entrepreneur Creative (KECe) yang mengarahkan pemuda-pemuda kampung untuk berwirausaha atau menjadi entrepreneur.
Lewat karang taruna, Mustafa menggelontorkan Rp15 juta untuk pemberdayaan para pemuda. “Mindset pemuda kami arahkan untuk tidak mencari pekerjaan, tetapi fokus berwirausaha. Para pemuda harus mandiri, syukur-syukur bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Kami percaya, semakin banyak pengusaha semakin maju daerah,” pungkasnya.


 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR