PESTA demokrasi 17 April 2019 digelar untuk memilih presiden, anggota DPR, DPRD I, DPRD II, dan DPD. Meski ada sejumlah kecil permasalahan, pelaksanaannya di Lampung berlangsung sukses, aman, dan damai.

Di sejumlah wilayah di Sang Bumi Ruwa Jurai, warga berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan hak demokrasinya. Mereka datang sejak TPS dibuka pada pukul 07.00 WIB.



Sejumlah tempat yang biasanya ramai pada hari-hari biasa, berubah lengang. Aktivitas warga justru beralih di TPS-TPS. Kebetulan hari pencoblosan merupakan hari libur nasional.

Berdasarkan aturan KPU pascapenutupan TPS pada pukul 13.00 WIB langsung dilakukan penghitungan suara. Sesi inilah yang benar-benar ditunggu para pemilih untuk mengetahui hasil yang didapat jagoannya. Bahkan, banyak di antara mereka yang rela menunggu hingga penghitungan suara dilakukan KPPS. Suara gemuruh terdengar saat dibacakan hasil penghitungan.

Hasil penghitungan di berbagai TPS memang berbeda. Namun, semua itu nantinya akan disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dihitung secara manual.

Namun, selama penghitungan yang dilakukan petugas KPPS, sejumlah lembaga survei melakukan penghitungan cepat atau quick count. Namun, hasil tersebut baru bisa dipublikasikan mulai pukul 15.00 WIB.

Hal itu berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan pemohon dari Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Asosiasi Riset Opini Publik (Aropi).

MK menilai aturan quick count baru bisa dipublikasikan dua jam setelah pemilu di wilayah Indonesia barat selesai itu tidak menghilangkan hak masyarakat. Pertimbangan, MK menilai, jika hasil quick count langsung dipublikasikan, hal tersebut bisa memengaruhi pemilih yang belum menggunakan hak suaranya.

MK khawatir saat hasil quick count dipublikasikan, ada sejumlah masyarakat yang belum menyalurkan hak pilih di wilayah Indonesia barat. Selain itu, MK juga mempertimbangkan kemungkinan lembaga survei dan media yang memublikasikan berafiliasi dengan pasangan calon tertentu. Pertimbangan lain, hasil quick count belum tentu akurat.

Ada 40 lembaga survei yang diakui KPU untuk mengumumkan hasil hitung cepat pada Pemilu 2019. Waktu pengumuman hasil quick count harus mengikuti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pemilu, lembaga survei boleh mengumumkan hasil survei dua jam setelah kegiatan penghitungan dan pemungutan suara di TPS.

Maka mulai pukul 15.00, sejumlah lembaga survei melakukan tugasnya dengan menayangkan hasil kerjanya secara nasional. Dari sejumlah lembaga survei yang melakukan quick count, seperti Indo Barometer, CSIS, SMRC, dan Charta Politika, mayoritas memenangkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Namun, kepastian siapa yang benar-benar menjadi pemenang sejati menunggu hasl real count KPU. Adapun tahapannya adalah 18 April--22 Mei rekapitulasi perhitungan suara. Kemudian 23 Mei--15 Juni penyelesaian sengketa hasil pemilu presiden dan wakil presiden. Baru penetapan calon terpilih tanpa permohonan perselisihan konstitusi.

Selama menunggu hasil dari KPU, bagi pasangan yang unggul berdasarkan hasil quick count untuk tidak jemawa. Begitu juga dengan pasangan yang kalah berdasarkan hasil survei untuk tetap tenang.

Jangan sampai pesta demokrasi ini ternoda oleh hal-hal yang justru merugikan bangsa dan negara ini. Sebab, siapa pun presiden yang terpilih nanti, persatuan dan kesatuan harus tetap terjaga demi kejayaan NKRI.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR