LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 4 July
3440

Tags

LAMPUNG POST | Bersama Waspada Teroris
Ilustrasi. kompasiana.com

Bersama Waspada Teroris

AKSI teroris terjadi di Mapolda Sumatera Utara, beberapa jam sebelum salat id, Minggu (25/6/2017). Peristiwa itu terjadi ketika seorang polisi sedang beristirahat di pos jaga tiba-tiba diserang dua pelaku penusukan.
Tidak sampai sepekan, teror pun terjadi di jantung kantor Mabes Polri, Jakarta. Dua anggota Brimob ditusuk saat berada di Masjid Bhayangkara, Jumat (30/6), usai salat isya. Kedua peristiwa nahas itu membuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan jajarannya memperkuat pengamanan. Aparat diminta waspada terhadap aksi terorisme.
Sangat beralasan instruksi Jenderal Tito itu, karena sebelumnya aksi teror terjadi pada Rabu (24/5/2017). Peristiwa itu menewaskan lima orang. Tiga orang lainnya yang gugur itu adalah anggota polisi. Serangan teroris amat nyata dan masih menghantui bangsa ini, bahkan dalam setahun terakhir aksi itu kian gencar.
Pada tahun 2015 tercatat 82 kasus serangan teroris. Jumlah itu naik drastis pada 2016 menjadi 170 kasus. Atas intensitas serangan teror kian nyata, Presiden Joko Widodo mengingatkan negeri ini tidak memberi toleransi terhadap teroris dalam bentuk alasan apa pun. Semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan.
Polisi bersama rakyat harus menunjukkan keberanian mencegah dan memberantas terorisme. Jangan biarkan aksi teror membuat ketakutan di tengah masyarakat. Polda Lampung meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar Operasi Cipta Kondisi dan Operasi Ramadniya. Operasi itu untuk mengantisipasi teror.
Kita berharap peristiwa penusukan di Mapolda Sumut dan dan Mabes Polri, Jakarta, adalah kejadian terakhir menyerang aparat. Harus jujur kita katakan menangkal serangan teror hanya dengan mengandalkan kesigapan aparat bukanlah langkah tepat.
Teroris harus diperangi secara bersama-sama aparat keamanan dan rakyat dengan sistem keamanan semesta. Konstitusi kita jelas menyatakan sistem keamanan itu dibangun melalui kolaborasi antara aparat sebagai kekuatan utama dan peran masyarakat sebagai kekuatan pendukung.
Kewaspadaan akan menghambat gerak pelaku teror. Abai menjaga lingkungan, para pemuja tindakan biadab justru makin nyaman bersembunyi. Pelaku teror selalu melancarkan aksi-aksi teror berikutnya. Tidak bisa tidak, waspada bersama menghadapi teroris adalah tanggung jawab bersama segenap anak bangsa. n

BAGIKAN


REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv