BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri dan Subdit I Keamanan Negara Dirreskrimum Polda Lampung, belum meningkatkan status terduga teroris atau jaringan radikal, yakni Her (46) yang tinggal menumpang di rumah kakak Iparnya,  di Dusun Titi Rante,  Desa Rejosari, Natar, Lampung Selatan. Her diamankan Densus 88 bersama Polda Lampung beberapa waktu lalu.
Dirreskrimum Polda Lampung, Kombespol Bobby Marpaung, belum bisa menyebutkan status terperiksa apakah naik menjadi tersangka atau dilepaskan, kendati ia sudah diperiksa selama 7x24 sejak diamanakan.
"Dikembalikan dalam rangka peringatan pengobatan, karena ada penyakit dalam," ujarnya Senin (2/7/2018).
Kendati dikembalikan sementara, bukan berarti Her dilepaskan atau tak terbukti bersalah. Saat ini juga Heru dalam pengawasan Densus 88, dan Subdit I Kamneg Dirreskrimum Polda Lampung. Namun, Bobbt tak menjelaskan secara rinci, apakah masa pemeriksaan Her diperpanjang atau tidak.
"Masih dalam tahap pemeriksaan, dan pengawasan, karena berobat itu. Kewenangannya (red Pemeriksaan) Densus 88, Polda hanya Backup Pengamanan, dan penyidik," katanya.

Sementara dari pemeriksaan Densus 88 Mabes Polri, enam terduga yang statusnya diamankan, kesemuanya memang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Namun Bobby tak merinci secara persis peranan mereka, dengan jaringan radikal pimpinan Aman Abdurahman yang divonis mati.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR