KALIANDA (Lampost.co) -- Bermodalkan mesin jahit dengan kendaraan roda dua yang telah dimodifikasi menjadi becak motor (bentor), penjahit keliling kampung ini tekun bekerja demi menafkahi keempat buah hatinya. Setiap hari, pria berusia 37 tahun ini mendapat penghasilan mulai Rp60 - 120 ribu.

Dia adalah Riswan,  warga Desa Sukarandek, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan yang sehari-hari menjual jasa sebagai tukang jahit keliling di wilayah Kecamatan Sragi, Palas, Ketapang dan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.



Meski sudah dari tahun 2009 melakoni profesi ini, Riswan mengaku baru lima tahun lalu atau sekitar tahun 2014 menjadi penjahit keliling di Kabupaten Lampung Selatan. Sebelumnya, ia mencari rezeki di wilayah Merak, Banten bersama istri dan anaknya.

“Sudah dari tahun 2009 lalu jadi tukang jahit keliling di Merak, Banten. Lima tahun ngontrak untuk tempat tingga bersama istri dan anak, akhirnya saya memutuskan untuk pulang kampung 2014 lalu,” kata Ridwan saat ditemui sedang menjahit celana pelanggan di Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Minggu (4/11/2018).

Dengan telaten dan penuh rasa sabar, Riswan meladeni pelanggan yang mempergunakan jasanya walau langit telah menjadi gelap. Duduk diatas bentor dengan mengandalkan penerangan lampu jalan, matanya menatap tajam ke arah mesin jahit. Tangannya begitu terampil menjahit celana jeans dengan menuruti kehendak konsumen.

Riswan mengatakan, konsumen itu kebanyakan memperbaiki dan merombak pakaian. Ada yang menambal celana robek, mengganti resleting, serta ada pula yang mengecilkan atau membesarkan ukurannya. Untuk ongkos terendah ia mematok jasa Rp5 ribu dan ongkos tertinggi mencapai Rp35 ribu.

“Harga  Rp35 ribu itu kalau pelanggan ganti resleting celana atau jaket sekaligus merombak,” ujarnya.

Ia berharap suatu saat nanti tidak sekedar menjadi tukang jahit keliling. Dirinya juga berkeinginan memiliki tempat dan mengembangkan usaha yang digelutinya ini tanpa harus meninggalkan profesinya sebagai tukang jahit keliling.

“Kedepan harapannya bisa buka usaha jahit yang tetap, namun tetap memanfaatkan pelanggan jahit keliling,” harap pria yang dianugrahi putra kembar ini.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR