KALIANDA (Lampost.co) -- Minggu pagi (21/10/2018), itu suasana perkebunan kelapa sawit milik PTPN 7 Unit Usaha Rejosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, atau sering disebut warga Resa, hening.  Mentari pagi belum mampu menembus tebalnya dedaunan kelapa sawit yang terkesan lama tidak terurus. 
Namun menjelang siang, gubuk di puncak Gunung Kapal di  tengah perkebunan kelapa sawit Resa, yang berkerangka besi itu menjadi pusat perhatian ribuan orang. Di tempat yang sunyi itu ditemukan mayat pria dan wanita yang belakangan diketahui adalah suami istri, Sukirman (62) dan Misenim (48), warga Dayamurni, Way Abung, Tulangbawang Barat.


Mulanya sekitar pukul 07.00, warga Dusun Titirante mendadak gempar kabar ada mayat di tengah kebun. Kabar itu dari seseorang yang menerobos perkebunan hendak memancing ikan di lebung. 



Petugas keamanan yang menjaga perkebunan memastikan kabar yang santer itu, segera menuju lokasi. Kabar penemuan sosok mayat pria telanjang bulat, terlentang di tanah di antara pepohon sawit, dalam kondisi sudah membusuk, dikerubuti lalat itu segera menyebar, telebih setelah warga yang memser photo korban di media sosial. 

Kabar pun dengan cepat menyebar ke mana mana, termasuk ke rumah Kepala Desa Rajosari, Natar, Teguh Maulana yang tinggalnya di Dusun Titirante, tak begitu jauh dengan lokasi penemuan mayat. 

Pagi yang tenang itu mendadak hiruk pikuk oleh lalu lalang warga yang ingin melihat langsung siapakah yang tewas itu. Jalan tanah berkerikil menuju perkebunan berubah menjadi lautan kepulan debu. Tak lama kemudian anggota Polsek Natar, Aiptu P. Sinaga dan anggota reserse datang ke lokasi kejadian, melakukan penyeldidikan. 

Mulailah berbagai sangkaan muncul. Ada warga yang menduga mayat itu korban pembunuhan. Ada juga warga yang mengira mayat adalah korban begal, sepeda motornya dibawa kabur penjahat. Praduga lainnya, mayat dibunuh di tempat lain tapi dibuang di tempat lain tetapi korban dibuang di tengah kebun agar tak mudah ditemukan orang. Alasannya mayat seperti diletakkan ditanah dan dilehernya diganjal baju kausnya juga tidak ada tanda tanda ada pembantaian di sekitar lokasi mayat ditemukan. Karena mayat telah membusuk, setiap warga yang datang ingin melihat lebih dekat, mual mual.

Kades setempat memastikan mayat bukan warganya karena tidak ada yang mengenali dan tidak ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya pada kades. Sementara mayat diperkirakan sudah tergeletak di lokasi lebih dari tiga hari.

Hingga tengah menjelang hari mayat belum dievakuasi petugas karena petugas masih menelusuri sekitar lokasi kejadian. Tak lama kemudian petugas Polsek Natar menemukan mayat seorang perempuan juga dalam kondisi telanjang bulat dan telah membusuk, di sebuah gubuk di puncak Gunung Kapal, tak jauh dari penemuan mayat pria. Gubuk itu memang sering digunakan warga untuk bersantai, terutama pada hari libur atau minggu. Bra yang dikenakan mayat perempuan itu menyampir di samping lehernya. 

Menurut pekerja perkebunan, gubuk permanen dari kerangka besi itu dibangun oleh PTPN 7 Rejosari untuk digunakan para pimpinan BUMN untuk melihat kondisi tanaman sawit. Puncak Gunung Kapal adalah lokasi tertinggi di perkebunan itu.. “Lokasi itu memang paling tinggi jadi enak lihat perkebunan dari atas,” ujar pekerja perkebunan.  Polisi di lokasi kejadian polisi belum bisa memastikan apakah ada hubungannya antara mayat pria dan wanita hal itu. 

Setelah ditemukan mayat perempauan kembali muncul dugaan korban sedang mesum lalu dirampok. Dugaan warga didasari, sangat mungkin warga datang ke tempat itu berjalan kaki, kecuali warga sekitar, karena jarak jalan raya Simpang Batupuru dengan lokasi hampir mencapai 5 KM. Jalan menuju Gunung Kapal pun berdebu. “Ke sini jalan kaki kalau bukan warga sekitar perkebunan ya gak mungkin lah. Setidaknya pakai motor lah,” ujar warga Titirante. Anggapan itu dibenarkan warga lainnya. Sekitar tengah hari, kedua jenazah dievakuasi ke RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung, menggunakan mobil milik Basarnas.

Teka teki identitas kedua mayat yang ditubuhnya terdapat banyak luka tusuk itu akhirnya terjawab setelah sekitar enam warga dari Dayamurni, Tulangbawang Barat datang ke Polsek Natar. Mereka adalah anak perempuan dan adik pasangan Sukirman dan Misenim. Mobil Daihatsu Grand Max BE-1235-QA yang dikendarai pasangan itu ditemukan petugas di Lampung Tengah. Dari penuturan keluarga korban kepada pula diketahui jika suami istri itu diduga hendak mengambil uang di Gunung Kapal yang konon hasil dari penggandaan.

 

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR