KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam jabatan atau pungli anggaran dana desa (ADD) pada 2017 lalu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tanggamus. Ketiganya merupakan pengurus Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) sekaligus kepala pekon di Kecamatan Pugung, Tanggamus, Selasa (7/5/2019).

Menurut Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, ketiganya adalah IW (52), MS (47) dan SF (41). Berkas ketiga tersangka sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Tanggamus. "Pelimpahan diterima oleh Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tanggamus," kata AKP Edi Qorinas, Selasa (7/5/2019).



Penangkapan terhadap ketiganya atas operasi tangkap tangan (OTT) pada 18 Agustus 2017 lalu. Dalam kasus ini, SF berperan sebagai pengumpul dana pemotongan dana desa dari para kepala pekon di Kecamatan Pugung. Setiap pekon dimintai dana sebesar Rp7,5 juta dan berhasil dikumpulkan barang bukti berupa uang tunai Rp75,5 juta. "Setelah dilakukan pengembangan dari SF kemudian ditetapkan dua tersangka baru. Ketiganya terbukti bersalah melakukan praktik pungli dana desa," katanya.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dikenakan Pasal 12 huruf e Jo Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 20011 tentang Pemberantasan TP Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR