JAKARTA (Lampost.co) -- Polda Metro Jaya melimpahkan berkas tersangka penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta setelah dilakukan penyidikan selam satu bulan lebih.

"Bahwa setelah melakukan penyidikan selama satu bulan lebih, penyidik sudah menyelesaikan pemberkasan kasus tersebut. Ada 32 BAP tersangka dan saksi, saksi ahli, juga lampiran 63 barang bukti. Dan hari ini kita serahkan ke kejaksaan tahap pertama," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/11/2018).



baca Juga : Jenazah Korban Lion Air JT 610 Langsung Dikebumikan

Argo menambahkan, nantinya kejaksaan akan meniliti kembali berkas kasus Ratna Sarumpaet tersebut untuk dipastikan lengkap atau sebaliknya, baik secara materiil maupun formil.

Jika berkas dinyatakan lengkap, penyidik pun segera menyerahkan Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. "Kalau itu dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum maka segera kita serahkan tersangka dan barang bukti," ungkapnya

Berkas Ratna Sarumpaet terlihat sebanyak ratusan halaman dalam dua bundel.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka menyebarkan berita bohong alias hoaks soal penganiayaan dirinya di Bandung, Jawa Barat.

Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10/2018) malam. Dia diciduk sebelum naik pesawat meninggalkan Indonesia.

Baca Juga : DPRD Pesawaran Protes Maraknya BBM Oplosan

Ratna disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE terkait penyebaran hoaks penganiayaan.

Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara, dan juga terancam pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946. Pasal ini menyangkut kebohongan Ratna yang menciptakan keonaran.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR