BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita Ditreskrimum Polda Lampung, telah melimpahkan berkas perkara tahap pertama dugaan tindak pidana asusila dengan tersangka CE Dosen FKIP Unila, yang dilaporkan oleh mahasiswi bimbingannya DC.

"Paska ditetapkan tersangka kita sudah lengkapi, dan sudah kita limpahkan untuk tahap pertama. Nanti kita lihat, ada hasil teliti enggak dari jaksa, (red P19)," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung, Jumat (17/8/2018).



Disinggung soal upaya kuasa hukum CE untuk mengajukan penangguhan penahanan, pihaknya belum menerima upaya tersebut. "Sampai saat ini belum ada, nanti kalau ada kita telaah, karena itu hak setiap tersangka," kata Alumnus Akabri 1993 itu.

Sementara Kasubdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direskrimum Direskrimum Polda Lampung, AKBP I Ketut Seregi mengatakan, berkas perkara tersebut sudah dilimpahkan. Kemudian, dari hasil pemeriksaan, memang ada beberapa mahasiswi lain yang menjadi korban. Namun mereka tidak melapor, hanya menjadi saksi.

"Ya itu sudah dimasukan ke keterangan saksi, alat bukti dan dimasukan ke berkas perkara," katanya.

Sebelumnya, CE dosen FKIP Unila yang ditetapkan tersangka oleh penyidik subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung, dijerat dengan pasal 290 ayat (1) KUHP, yakni barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang, padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana paling lama 7 tahun penjara.

Selain itu CE juga diancam dengan Pasal 281 Ayat (2) KUHP yakni, barang siapa dengan sengaja dan di muka orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun penjara.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR