BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Lembaga Bantu Hukum (LBH) Bandar Lampung menyatakan bakal siap memenuhi keinginan penyidik Polda Lampung terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Polisi Pamong Peraja Kota Bandar Lampung saat mengeksekusi lahan pasar Gria Sukarame beberapa waktu lalu. 
 
Kuasa Hukum korban penganiayaan Kodri Ubaidilah mengatakan, hingga saat ini penyidik Polda Lampung masih melengkapi berkas penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Pol PP tersebut. 
 
"Beberapa hari yang lalu kami dipanggil lagi sama penyidik Polda untuk melengkapi berkas perkara, kata mereka masih kekurangan saksi jadi kami lengkapi lagi," katanya. 
 
Berkas perkara sempat dilimpahkan ke pihak Kejaksaan namun menurut pihak kejaksaan masih kekurangan saksi atas hal itu penyidik menyarankan untuk melengkapi berkas. 
 
"Mereka minta dokter yang menangani visumnya dihadirkan, kami katakan siap. Jadi apa pun kekurangan berkasnya mudah-mudahan dari LBH bakal siap memenuhinya," kata Kodri. 
 
Disinggung mengenai kelanjutan proses hukum pasar Gria Sukarame, Kodri mengatakan hingga saat ini proses banding belum diputuskan. "Belum ada putusan dari Pengadilan Tinggi Tanjungkarang soal banding Pasar Gria Sukarame itu, sampai sekarang kita masih nunggu putusannya," kata dia. 
 
Pihaknya meminta aparat penegak hukum serius menangani perkara ini karena menyangkut hajat orang banyak, terlebih kasus penganiayaan yang dilakukan oknum Pol PP. 
 
"Kita berharap mudah-mudahan Polda menyegerakan kasus ini P21 secepatnya dan disidangkan," kata dia. 
 
Sebelumnya Polemik penggusuran pasar Gria Sukarame Bandar Lampung hingga kini belum usai, pasalnya pihak Polda Lampung menentapak satu orang tersangka berinisial EFZ berstatus Polisi Pamong Peraja (Pol PP) Kota Bandar Lampung, pada 23 April 2019 lalu. 
 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR